KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-  Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Nusa Tenggara Timur (Araksi NTT), A.B dilaporkan ke Polda NTT dalam kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT, Alexon Lumba, SH, M.Hum, kuasa hukum yang ditunjuk oleh Gubernur Laiskodat dalam keterangan pers, Kamis (5/8/2021) mengaku, pihaknya telah melaporkan Ketua Araksi NTT, A.B ke Polda NTT dengan Nomor LP/B/231/VII/ Res.1.14/2021/SPKT tanggal 26 Jul 2021 untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Di sini saya nyatakan bahwa memang benar saya diberikan kuasa oleh Bapak Gubernur NTT untuk melaporkan saudara A.B. Surat kuasanya ditandatangani sendiri oleh Bapak Gubernur NTT  dan memberikan kepada saya tanggal 21 Juli 2021. Kemudian tindak lanjut dari pemberian kuasa tersebut, saya sudah melapor ke Polda NTT  pada tanggal 26 Juli 2021,” jelas Alex.

“Inti laporan itu adalah menyikapi pemberitaan di media online Suara Flobamora yang disampaikan oleh A.B pada tanggal 29 Mei 2021 yang lalu. Intinya ada tuduhan bahwa Gubernur NTT dalam hal ini Bapak Viktor bungtilu Laiskodat ‘namoe’ dan DPRD ‘namkak’ dalam kaitan dengan Rencana Pinjaman untuk Pemulihan Ekonomi Nasional sebesar 492 miliar,” terang Alex.

Menurutnya, bahwa pernyataan yang disampaikan itu adalah tendensius dan juga ada etikat-etikat tidak baik untuk menyerang Bapak Gubernur NTT baik secara pribadi maupun secara Gubernur.

“Yang pertama bahwa dana itu masih direncanakan dan masih berupa usulan dan kemudian masih berproses di DPRD. Mekanisme pembahasan di DPRD mulai dari tingkat pertama sampai dengan penetapan. Nah, saat itu dana itu masih berproses dan bagaimana seorang A.B bisa mengatakan bahwa ada ketidakjujuran juga ada niat untuk mencuri uang negara,” tuturnya.

“Menurut kami, itu merupakan suatu penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Bapak Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  dan suatu pembohongan publik karena beliau adalah publik figure untuk masyarakat NTT, sehingga kami melapor saudara A.B ke Polda NTT untuk ditindaklanjuti,” tegasnya. (red/*)