LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Hingga saat ini,  Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum menetapkan tersangka (tsk) dalam kasus dugaan tindak pidana pengelolaan aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat seluas 3,3 hektar di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Labuan Bajo, Issandi Hakim, S.H., M.H. kepada wartawan media ini di Labuan Bajo, Rabu (28/7/2021) menyampaikan kepada publik, bahwa sampai saat ini penyidik belum menetapkan tsk dalam kasus tersebut karena ada hal-hal tertentu yang tidak bisa diungkapkan oleh pihak Kejari.

“Dalam  konferensi pers kemarin, kami sudah menyampaikan secara singkat kepada rekan-rekan media.  Memang teman-teman juga protes, kenapa tidak  dijelaskan secara panjang lebar. Yang bisa saya jelaskan, itu sifatnya masih umum.  Ada teknik-teknik tertentu yang memang tidak bisa kita sampaikan ke umum saat ini,” kata Hakim.

Baca juga :  56 Sekolah di Mabar Belum Miliki Sertifikat Tanah

Ia menjelaskan, kasus dugaan tindak pidana pengelolaan aset Pemkab Mabar tersebut masih terus didalami oleh pihak Kejari Labuan Bajo. Dikatakannya, dalam waktu dekat Kejari akan mengungkapkan tersangka dan disampaikan kepada masyarakat.

“Jadi ginilah. Kita dalam tahap istilahnya pendalaman, tunggu lah. Kan tidak serta-merta kita cepat-cepat. Nanti dalam waktu dekat kalau ada perkembangan kami sampaikan,” tuturnya.

Ia juga tak menampik bahwa memang ada kendala secara teknis dalam proses penyidikan kasus tersebut. Namun dia tidak mungkin sampaikan ke publik karena itu berhubungan dengan hal teknis dalam internal Kejari Labuan Bajo.

Lebih lanjut, ia berharap kepada seluruh elemen masyarakat Mabar untuk mendukung Kejari dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

Baca juga :  PPKM Level 3 di Mabar Lebih Pada Edukasi dan Tindakan Persuasif

“Harap dukung kita, karena kita sedang mendalami ini biar mendapatkan hasil yang maksimal. Pada intinya tugas kita mengamankan aset Pemda agar tidak ada kerugian di situ,” ucapnya

Ia juga tidak terlalu serius menanggapi pihak-pihak yang mendesak Kejari untuk segera menetapkan tersangka pada kasus tersebut. Menurutnya, yang paling penting adalah Kejari sudah mendalami kasus itu dan segera memperoleh kesimpulan untuk hasilnya seperti apa.

Kejari Labuan Bajo juga telah menyita uang tunai sebesar Rp 1,2 miliar dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan aset tanah milik Pemkab Mabar seluas 3,3 hektar yang terletak  di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat. (fon)