LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com. Akibat Pandemi Covid-19, Perpustakaan milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) sepi dari pengunjung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas  Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai Barat, Syampronius Magung, SH  ketika ditemui media ini di Labuan Bajo, Rabu (28/7/2021)  mengaku, akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan saat ini, minat baca masyarakat sudah berkurang dibanding dengan situasi normal sebelumnya.

Kata Magung, peminat yang paling banyak mendatangi perpustakaan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar itu berasal dari kalangan pelajar mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK, sedangkan masyarakat umum jumlahnya sedikit.

Kalau dulu sebelum pandemi Covid-19, kisah dia,  banyak pengunjung yang meminjam buku di perpustakaan itu. Tetapi, berbeda dengan situasi pandemi Covid-19 sekarang ini jumlahnya sangat terbatas dan harus menaati Prokes, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan di depan pintu kantor  telah disiapkan perlengkapan mencuci tangan ( air bersih dan sabun) sebelum masuk.

Baca juga :  Perairan NTT Dilandai Badai Australia, Ini Penjelasan BMKG Kupang

Untuk membatasi kerumunan, lanjut dia, pegawai yang masuk kerja  di lingkup Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai Barat sendiri juga dilakukan secara bergilir atau sistem shift.

Sebelum Covid- 19,  tambahnya lagi, Dinas Keaarsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai Barat sering melakukan pusling (perpustakaan keliling) dalam rangka pendekatan pelayanan kepada masyarakat hingga sekolah –sekolah di Mabar.

“Khusus  untuk sekolah-sekolah,  kami langsung mengantarkan  buku-bukunya ke sekolah untuk anak-anak baca. Setelah dua minggu kemudian baru dikembalikan ke perpustakaan, dan kami percayakan kepada guru-gurunya untuk mengkordinir. Karena memang sekarang anak- anak belajar dari rumah membutuhkan banyak literatur sebagai bahan  refrensi seperti buku -buku bacaan, selain ilmu pengetahuan,” sebutnya.

Baca juga :  BPN Mabar Akan Menyerahkan 200 Sertifikat Tanah di Desa Galang

Menurut rencana Tahun 2022, pihaknya akan membangun kantornya yang lebih besar lagi, yang diusulkan melalui  Dana Alokasi Khusus (DAK), sehingga bisa menampung pungunjung dalam jumlah yang  lebih banyak lagi.

“Semoga usulan itu bisa terjawab dengan pertimbangan bahwa kita ini daerah wisata super premium yang harus diikuti dengan fasilitas- fasilitas pendukung lainnya diantaranya ketersediaan tempat baca di perpustakaan,” cetusnya.

Yang masih kurang di perpustakannya itu, seperti  jumlah koleksi buku-buku belum terlalu banyak, apalagi buku Bahasa Inggris, sehingga kedepannya nanti ada pojok baca digital ditempatkan di tempat  keramaian.

“Baru –baru ini, kami telah menyelenggarakan lomba bertutur/bercerita. Kita menjuarai di tingkat provinsi  yang dilaksanakan secara daring. Yang juara adalah anak-anak dari  SDK Santa Yosefa, dan September nanti akan mengikuti lomba  tingkat internasional,” tutupnya. (fon)