LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Pembakaran sampah medis dari Puskesmas Benteng, Desa Golo Pongkor, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menggunakan sistem manual.

“Terpaksa kami membakar sampah sisa-sisa plastik medis secara manual, karena  mesin incenerator (tempat pembakaran sampah,red) yang sudah ditempatkan di Desa Nggorang selama ini belum difungsikan dengan alasan belum mengantongi izin operasional,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Benteng, Valentinus Hibur, A.Md kepada media ini di puskesmas setempat, Jumat (23/7/2021).

Hibur mengaku, karena ketiadaan mesin pembakar sampah, maka sampah-sampah medis seperti botol -botol plastik, dan lain-lain yang berserakan di sekitar puskesmas itu dibakar secara manual saja.

Baca juga :  Cegah Terjadinya Bentrokan, Kapolres Mabar : “Kita Amankan 21 Tersangka”

Ia berjanji, kalau mesin inceneratornya sudah difungsikan, maka pembakaran  sampah-sampah medis bisa terpusatkan di tempat tersebut.

“Selama ini, kita membuat tembok persegi untuk pembakaran sampah medis. Kalau sampahnya sudah penuh baru dibakar  secara manual. Memang pembakaran secara manual itu sangat berpengaruh terhadap pencemaran udara. Untuk  cairan hasil limbah medis yang ada di puskesmas ini, kita sudah memiliki ipal yang sudah terinstalasi,” tukasnya.

Ia berharap, semoga mesin incenerator yang ada itu bisa difungsikan secepatnya, sehingga sampah –sampah medis dari semua puskesmas di Manggarai Barat termasuk puskesmasnya bisa dibakar di sana. (fon)