LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Kamis, 22 Juli 2021, Direktur PDAM Wae Mbeliling, Aurelius Hubertus Endo mendatangi Kantor Desa Compang Longgo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat untuk mengajak masyarakat bergabung dengan PDAM.

Kedatangan Aurelius saat itu, sekaligus merespon keluhan masyarakat Dusun Handel, Desa Compang Longgo, yang sudah terpublikasi di media massa terkait krisis air bersih yang dialami selama ini.

Saat itu, Aurelius, mengajak masyarakat  Desa Compang Longgo untuk bergabung dengan PDAM, sehingga jaringan perpipaan yang sudah dibangun oleh PK PAM NTT Tahun 2014 lalu yang selama ini tidak mengalir air bisa difungsikan.

Karena itu, ia minta masyarakat untuk satukan persepsi, sehingga krisis air bersih yang mereka alami selama ini teratasi. Untuk mempercepat prosesnya, ia minta Pemerintah Desa (Pemdes) Compang Longgo mengirim surat  ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat terkait kondisi wilayah, terutama menyangkut kebutuhan air minum bersih.

Suratnya ditujukan ke Bupati Manggarai Barat dengan tembusan Wakil Bupati Manggarai Barat dan Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Barat.

Baca juga :  PPKM Level 4 di Kota Kupang Diperpanjang Hingga 24 Agustus 2021

“Setelah surat itu dikirim, langkah selanjutnya kita bersinergi dengan Pemdes Compang Longgo, untuk melakukan survey jaringan perpipaan yang sudah dibangun oleh PK PAM NTT Tahun 2014 lalu. Saya mendapat informasi bahwa ada jaringan perpipaan dikerjakan PK PAM NTT Tahun 2014 (sekarang sudah menjadi Balai Prasarana Permukiman NTT). Datanya sudah ada di saya, dimensi pipa yang ditanam juga sudah ada di saya. Volumenya juga sudah saya pegang semua, tinggal  dilakukan survey  lokasi saja,” urainya.

“Kalau hari ini (Kamis, 22/7/2021,red) kepala desanya sudah konsepkan suratnya, maka besok  (Jumad, 23/7/2021,red) bisa diantarkan ke Bupati Manggarai Barat, sehingga minggu depantim tekhnis saya turun yang dipimpin oleh Kabag Tehniknya bersama-sama dengan teman-teman desa di sini untuk melakukan survey jaringan perpipaan yang sudah terbangun sejak Tahun 2014 itu,” tambahnya lagi.

Tim teknis  yang turun itu, lanjutnya,  untuk mendata mana yang masih berfungsi, mana yang sudah tidak berfungsi semuanya didata, sehingga nanti langkah selanjut, ia akan berkoordinasi dengan Provinsi untuk sama-sama mefungsikan jaringan perpipaan yang sudah ada.

Baca juga :  Sengketa Lahan di Golo Mori, Polres Mabar Tetapkan 21 Tsk Bersama BB

“Nanti kita tetap menggunakan infrastruktur yang sudah terbangun. Tidak mungkin, kita bangun baru, tetapi manfaatkan yang sudah terbangun,” cetusnya.

Kata Endo, jaringan perpipaan yang  sudah terpasang sejak Tahun 2014 lalu itu menurut rencana diambil dari sumber airnya dari bak Marombok.  Waktu itu dalam rangka optimalisasi sistem penyediaan air minum (SPAM)  di Kota Labuan Bajo, salah satunya untuk warga Dusun Handel, Desa compang Longgo.

Untuk bisa menuju pada jaringan perpipaan yang utuh serta sudah bisa dialiri air, ujar dia,   perlu dilakukan pengecekan kondisi pipa yang dibangun pada  Tahun 2014, jangan sampai ada yang rusak akibat pembakaran  ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Saya mendapat informasi ada titik titik tertentu yang mungkin terdampak karena pembakaran, karena ulah oknum tertentu yang memutuskan jaringan perpipaan tersebut, sehingga semua ini nanti di mapping ulang,” tandasnya.

Karena itu, ia minta semua elemen masyarakat di tiga dusun di desa tersebut untuk satukan pemahaman, sehingga ketika melangkah, pihaknya berpijak pada sebuah aturan. “Ini adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tentunya bekerja berdasarkan aturan yang ada,” jelasnya.

Baca juga :  Gubernur NTT Undang Menteri Parekraf ke Bukit Kelabba Maja

Sementara itu, Kepala Desa Compang Longgo, Fabianus Sugianto Odos kepada media ini, Kamis (22/7/2021) menyebutkan, dari 352 kepala keluarga (KK) yang ada di 4 dusun di Desa Compang Longgo,  yang bisa terlayani melalui jaringan perpipaan yang sudah terbangun kurang lebih 290 KK.

Sedangkan, satu dusunnya dengan jumlah 62 KK bisa dilayani melalui jaringan perpipaan  dari sumber mata air Wae Kaca dan Wae Mabarung. Odos juga  menyampaikan terima kasih kepada Direktur PDAM Wae Mbeliling yang telah merespon cepat terkait keluhan krisis air bersih dari masyarakat Desa Compang Longgo. (fon)