Kondisi Fisik Gedung dan Mesin Incenerator di Mabar Aman

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Kondisi fisik gedung dan mesin  incinerator untuk pembakaran limbah berbahaya (limbah B3) yang ada di Kabupaten Manggarai Barat dalam kondisi aman dan siap dioperasionalkan.

Secara teknis, mesin incinerator itu telah dilakukan uji coba pembakaran (Trial Burn Test) pada Mei dan Juni 2021 lalu. Namun, hingga kini masih menunggu izin operasional dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hal itu disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis KPH Manggarai Barat, Stefanus Nali, S.Hut kepada media ini di lokasi penempatan mesin incinerator di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,. Rabu ( 21/7/2021).

“Kondisi fisik gedung dan mesin incineratornya dalam kondisi aman dan sudah siap operasi. Kita usulkan secepatnya agar dioperasionalkan karena permintaan dari beberapa rumah sakit,  baik di Labuan Bajo maupun dari Ruteng,” ungkapnya.

Baca juga :  906 KM Panjang Jalan Provinsi NTT Tahun Ini Tuntas

Program ini sebenarnya, menurut dia,  program Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT  dengan Pemerintah Pusat melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Inilah mesin incinerator yang ditempatkan di Kawasan Hutan   Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,. Rabu ( 21/7/2021). (Foto : Alfonsius Abun/NTT PEMBARUAN)

Jika izin operasionalnya sudah ada, maka semua sampah-sampah medis dari rumah sakit dan puskesmas yang berada di Labuan Bajo akan saling bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memanfaakan mesin incenerator tersebut nanti.

“Artinya, pihak rumah sakit dan puskesmas menyediakan sampahnya, termasuk 11 ton sampah yang masih tersimpan Ruteng, dan  kami hanya menyiapkan mesin pembakar sampahnya saja,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, lokasi atau tempat gedung penyimpanan mesin incinerator tersebut merupakan Kawasan Hutan Nggorang Bowosie. Gedung penyimpanan mesin incenerator, lanjut dia, sudah selesai dibangun Desember 2020 dan hingga saat ini belum difungsikan. (fon)