800-an KK Kebagian Hewan Kurban dari Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima

KUPANG, NTT PEMBARUAN,com- Sebanyak 800-an kepala keluarga (KK) kebagian hewan kurban yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1442 H di Masjid Nurul Hidayah, Kelapa Lima, Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (20/7/2021).

 “ Jumlah penerima daging hewan kurban tahun ini hampir sama dengan tahun lalu berkisar antar 800-900 KK dengan sasarannya umat muslim dan non muslim, seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat,”  sebut Imam Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima, Kota Kupang, Haji Musilimin Rusli dan Haji Amar, Penasehat Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima, Kota Kupang kepada wartawan disela-sela pembagian daging hewan kurban di masjid itu, Selasa (20/7/2021) petang.

Baca juga :  Rencana Dirumahkan TKD Mabar, Petrus : Itu Kebijakan Keliru

Jumlah hewan kurban yang disembelih di masjid itu pada Hari Raya Idul Adha 1442 H tahun ini hanya 53 ekor terdiri dari  29 ekor kambing dan 24 ekor sapi  termasuk satu ekor sapi sumbangan dari Wali Kota Kupang yang diserahkan oleh Camat Kelapa Lima.

Jumlah itu menurun dibanding tahun lalu, sebanyak 68 ekor hewan yang disembelih masing-masing, 26 ekor sapi dan 42 ekor kambing.

“Tahun lalu, walaupun dalam situasi pandemi Covid-19,  kita masih melaksanakan sholat di masjid, tetapi tahun ini sholatnya dilaksanakan  di rumah masing-masing. Begitupun, teknis pembagian daging hewan kurban, tahun lalu  kita menggunakan sistem kupon, tetapi tahun ini panitia yang mengantar ke rumah-rumah para penerima,” urainya.

Baca juga :  Pemkab Mabar Bantu Biaya Operasi Beatrix dan Adril

 Hewan kurban yang disembelih itu, tambahnya, merupakan bantuan dari para  jemaah sendiri dan satu ekor sapi sumbangan dari Wali Kota Kupang yang diantar oleh pak Wayan, Camat Kelapa Lima.

Membunuh Sifat Kebinatangan

Haji Musilimin Rusli menjelaskan, penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idu Adha sesungguhnya sebagai simbol pembunuhan terhadap sifat-sifat kebinatangan yang ada di dalam diri  manusia.

 “Secara fisik, kita menyembelih hewan kurban. Tetapi, keegoan, dan keangkuhan kita yang sifat hewaninya itulah yang dibunuh lewat simbol penyembelihan hewan kurban,” jelas Haji Rusli.

Baik Haji Amar maupun Haji Rusli mengharapkan, agar situasi pandemi Covid-19 ini segera berlalu, sehingga semua aktivitas termasuk aktivitas di tempat ibadah bisa kembali normal seperti sedia kala. (red)