Soal Pengelolaan Pasar Oesapa, Maksi : “Kita Sudah Bersurat ke Wali Kota Kupang”

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Pengelolaan Pasar Tradisional Oesapa yang terletak di Wilayah Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang hingga  hari ini belum diserahkan ke PD Pasar Kota Kupang karena terhambat dengan hak kepemilikan lahan.

“Kita sudah bersurat ke Wali Kota Kupang. Sebab, urusan pembebasan lahan itu adalah kewenangan Bagian Tata Pemerintahan (Tatapem) Setda Kota Kupang.  Sedangkan, secara regulasi, kewenangan kami hanya sebatas mengelola aset yang tersedia di dalam pasar,”kata Direktur Pemasaran PD Pasar Kota Kupang, Maksi Nomleni, SH,MH kepada media ini di Kupang, Senin (19/7/2021).

Dia maunya, seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Kupang di bawah pengelolaan  PD Pasar Kota Kupang.

Baca juga :  Akibat Pandemi Covid-19, Perpustakaan Mabar Sepi Pengunjung

“Untuk Pasar Oesapa, kita sudah komunikasikan dengan Lurah Oesapa, dan pihak kelurahan sebetulnya mau diserahkan ke PD Pasar Kota Kupang. Cuma, persoalannya yang tidak bisa dilakukan sekarang itu adalah soal lahan. Lahannya itu, masih milik orang per orang atau milik pribadi,” terang dia.

Dari segi pendapatan, menurut dia,   tumpuan yang paling besar itu ada di Pasar Kasih Naikoten I Kota Kupang ditunjang dengan Pasar Oeba dan Pasar Oebobo. Sedangkan, untuk  pasar-pasar kecil lainnya, sebut Nomleni,  justru lebih besar biaya operasional dibanding pemasukannya.

Kata Nomleni, sejak merebaknya Covid-19, semua  aktivitas di seluruh pasar di Kota Kupang terganggu. Jam buka tutup pasar juga harus  mengacu pada  Surat Edaran (SE)  Wali Kota Kupang  tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skla Mikro di Kota Kupang untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 terhitung sejak 6 -21 Juli 2021.

Baca juga :  Terkendala Covid-19, Pendapatan PD Pasar Kota Kupang Belum Capai Target

Sesuai SE Wali Kota Kupang itu, lanjutnya lagi,  untuk pasar tradisional buka paginya dari jam 5.00 Wita sampai dengan jam 10.00 Wita, dilanjutkan pada sore harinya, pukul 16.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita.

Karena itu, ia mengimbau seluruh masyarakat termasuk para pedagang di semua pasar di Kota Kupang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes), seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. (red)