Belum Kantongi Izin, Mesin Incinerator di Mabar Belum Difungsikan

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Mesin incinerator atau mesin pengolahan limbah medis dari rumah sakit termasuk limbah APD Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat hingga saat ini belum difungsikan karena belum mengantongi izin operasional.

Kepala Unit Pelaksana Teknis  Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH) Wilayah Manggarai Barat (Mabar), Stefanus Nali S.Hut kepada media ini di Labuan Bajo, Senin (19/7/2021)  mengatakan, mesin pengolah limbah medis, khususnya  APD Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat belum difungsikan karena masih menunggu izin operasional.

Secara teknis, mesin incinerator itu telah dilakukan uji kinerja pembakaran ( Trial Burn Test) pada Mei dan Juni 2021 lalu, dan kalau itu sudah lolos, maka langkah berikutnya tinggal menunggu izin operasionalnya saja.

Baca juga :  Ketum IMO Indonesia Dorong Polisi Tangkap Pelaku Pembakar Rumah Wartawan di Binjai

Stefanus mengatakan, saat ini Dinas Lingkungan dan  Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur sedang menyusun siapa-siapa personil yang akan  di tempatkan di situ nanti, dan menurut rencana hasil pengolahannya akan ditampung untuk  dibawa ke Bandung.

Di Indonesia, kata  Stefanus, limbah hasil  olahan incinerator itu baru ada di Bandung. “Hasil olahannya ditampung di sini, sedangkan airnya dibawa ke Bandung. Mudah mudahan ke depannya  nanti, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat atau Pemerintah Provinsi NTT telah menyediakan alat serupa, sehingga hasil olahannya tidak lagi dibawa ke Jawa atau Bandung,” harapnya.

Dirinya juga, telah berkomunikasi dengan Pemprov NTT, agar secepatnya mesin pembakar sampah itu digunakan untuk pengolahan limbah APD Covid-19 yang sudah banyak  di Kabupaten Manggarai Barat, sehingga  tidak berdampak pada gangguan kesehatan masyarakat di daerah itu.

Baca juga :  Panitia USB SMKN 2 Welak Terima Kasih Kepada Pemprov NTT

Ia berharap, sebelum mesin incinerator tersebut beroperasi, maka limbah medis dari sejumlah rumah sakit dan puskesmas di Manggarai Barat termasuk APD Covid-19 disimpan dan dikemas dengan baik saja dulu.

” Saya harapkan, rumah sakit yang  melakukan penanganan Covid-19 menyimpan saja dulu APD-nya  dengan baik sehingga nanti pas mesin incineratornya beroperasi baru diolah. Supaya jangan berserakan, saya minta  Satgas Penanganan Covid-19 Manggarai Barat untuk sama-sama memperhatikannya,” imbuhnya. (fon)