Delapan Kecamatan di Manggarai Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19

RUTENG, NTT PEMBARUAN.com- Delapan kecamatan di Kabupaten Manggarai ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19.

Rinciannya, Kecamatan Langke Rembong zona merahnya meliputi, Kelurahan Karot, Pitak, Compang Tuke, Golodukal, Pau, Bangka Nekang, Watu, Tenda, Satar Tacik, Carep, dan Mbaumuku.

Kecamatan Ruteng, yang masuk dalam  zona merah adalah Kelurahan Waebelang, dan Poco Likang.  Kecamatan Satarmese Utara, zona merahnya yaitu Desa Todo, Cireng, dan Nao.

Berikutnya,   Kecamatan Wae Rii yang masuk dalam zona merah, yaitu  Desa Lalong, Golocador, dan Longko. Kecamatan Satarmese Barat zona merahnya yaitu, Desa Hilihintir, Cambir Leca, Terong, dan Satarluju.

Selanjutnya, Kecamatan Rahong Utara, zonasi merah adalah Desa Bangka Ajang, Desa Bangka Ruang, Kecamatan Cibal Barat zona merahnya, Desa Bangka Ara, dan Lenda,  Kecamatan Reok zona merahnya  Desa Robek dan  Kecamatan Reok Barat zona merahnya Desa Loce,  dan Sambi.

Baca juga :  Bupati Manggarai Launching Penggunaan Kartu Tani

“Semoga informasi zonasi ini, menjadi pedoman masyarakat dalam menjalankan aktivitas, dan meningkatkan kewaspadaan serta lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai,  Lody Moa via siaran persnya, Jumat (9/7/2021).

Jumlah desa/kelurahan yang masuk dalam wilayah zonasi merah di Kabupaten Manggarai akan berubah sewaktu-waktu sesuai data terkini perkembangan kasus Covid-19.

Satgas Covid-19 akan terus menginformasikan kepada masyarakat, perkembangan terkini wilayah zonasi merah di Kabupaten Manggarai.

Adapun langkah pengendalian yang sudah, sedang dan akan dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai dengan mengacu pada Instruksi Mendagri No 14 Tahun 2021 tentang pemberlakuan kegiatan masyarakat berbasis mikro  dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 dan Instruksi Bupati Manggarai No 400/923/VII/2021 tentang pencegahan penyebaran Covid-19 di Wilayah Kabupaten Manggarai.

Baca juga :  Lima Orang Digigit Anjing, Masyarakat Manggarai Dihimbau Selalu Berwaspada

Pertama,  menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, kedua,  melakukan isolasi mandiri/terpusat dengan pengawasan ketat, ketiga, kegiatan keagamaan di tempat ibadah ditiadakan untuk sementara waktu sampai dengan wilayah dimaksud tidak lagi dinyatakan sebagai zona merah.

Keempat,  menutup tempat bermain anak dan tempat umum lainnya secara proporsional sesuai dengan dinamika perkembangan penyebaran Covid-19, kelima, melarang kerumunan lebih dari 3 orang, keenam,  membatasi keluar màsuk wilayah desa maksimal hingga pukul 20.00 Wita dan ketujuh, meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan desa/kelurahan yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan. (fon/*)