LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com – Jalan yang rusak di Lancang, Kelurahan Wae, Kelambu Kecamatan Komodo, Kota Labuan Bajo,  Kabupaten Manggarai Barat akan dikerjakan Tahun 2022 mendatang.

Janji itu disampaikan  Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Barat, Oktavianus A.Bona kepada wartawan media ini di Labuan Bajo,Rabu (7/7/2021).

Ia dihubungi terkait keluhan masyarakat soal kondisi jalan yang rusak parah di  Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat  sejak Tahun 2019 lalu itu hingga saat ini belum diperbaiki.

“Kita sedang berupaya untuk melakukan perbaikan, dan mudah-mudahan tahun depan sudah ada anggaran untuk melakukan perbaikan jalan tersebut. Kita upayakan tahun depan, karena jalan itu merupakan jalan alternatif  menuju daerah permukiman warga, daerah kampus, jalan penghubung menuju ke jalan pantura dan Kecamatan Boleng,” sebut Bona.

Baca juga :  Diduga, Penyebab Kebakaran KM Lexxy dari Genset

Tahun depan, pihaknya akan menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk melakukan perbaikan semua ruas jalan kabupaten di Manggarai Barat.

“Kita tidak hanya melakukan perbaikan sepotong-sepotong saja, karena hampir seluruh ruas jalan kabupaten di Manggarai Barat  itu sudah mengalami kerusakan. Jadi, semua segmen kita kerjakan,” tukasnya.

Inilah kondisi jalan yang rusak di Lancang, Kelurahan Wae Kelambu Kecamatan Komodo, Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto : Alfonsius Abun/NTT PEMBARUAN.com)

Sebelumnya, Yones, salah satu pengendara motor yang melintasi di ruas jalan Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo kepada media ini mengaku, kondisi jalan yang rusak itu sudah terjadi sejak Tahun 2019 lalu.

“Kenapa saya lawan jalur di sini, itu karena kondisi jalan yang umumnya dilewati itu rusak parah. Terkadang merasa takut karena melawan jalur, tapi tidak ada pilihan lain demi terhindar dari jalan yang rusak tersebut.  Kalau ada mobil besar dari depan berarti kita harus jalan pelan-pelan saja. Kita sering kali lawan jalur seperti ini di sini karena kondisinya begini, ya mau bilang apa,” tutur Yones.

Baca juga :  Soal Dana Pinjaman, Kadis PUPR NTT : “PT. SMI Sudah Menjawab Permohonan Kita”

Keluhan yang sama juga disampaikan Markus Kumat, warga masyarakat setempat mengatakan sangat mencemaskan sekali terkait kondisi jalan tersebut.

Menurutnya, lawan jalur  memang melanggar aturan lalu lintas, tetapi itu terpaksa dilakukan para pengendara karena tidak ada pilihan lain untuk terhindar dari jalan  yang rusak tersebut.

“Sebagai masyarakat di sini, kami  sangat mencemaskan  para pengendara yang sering lawan arus hanya untuk menghindar dari  jalan yang rusak itu. Tentunya, hal itu sangat rawan terjadi kecelakaan.   Yang kita takutkan sering terjadi di sini para pengendara merasa kaget akhirnya terjatuh dan terserempet kendaraan,” bebernya.

Gegara kondisi jalan yang rusak itu, menurut dia, Tahun 2019 lalu sebuah mobil  truk bermuatan elpiji atau tabung gas  terbalik hingga mengalami rusak parah.

Baca juga :  Tim KLC Kembali Melakukan Investigasi Masalah Limbah Hotel Local Colection

“Tahun 2019 lalu itu, sebuah truk bermuatan elpiji atau tabung gas terbalik di tikungan di sini. Untungnya, tabung gas yang ada tidak ada isinya. Kalau tabung gas ada isi di dalamnya bisa membahayakan banyak orang yang sementara melintasi jalan itu,” kisah Markus.

Karena itu, ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat untuk segera melakukan perbaikan ruas jalan tersebut. (fon)