WOHA, NTT PEMBARUAN.com- Badan Pelaksanaan Otorita Labuan Bajo Flores (BPO-LBF) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman  Kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung  di Ruang Rapat Kantor Bupati Bima, Kamis (24/6/2021).

Hadir saat itu, Bupati Bima,  Hj.Indah Dharmayanti Putri, Sekertaris Daerah (Sekda) Bima H. M. Taufik HAK, Direktur Industri dan Kelembagaan BPOLBF, Neysa Amelia dan segenap unsur perangkat daerah Kabupaten Bima.

“Hari ini (Kamis, 24/6/2021,red)  kita duduk bersama untuk menyatukan persepsi, kira-kira di Kabupaten Bima yang masuk dalam wilayah koordinatif BPO-LBF, potensi mana saja yang ingin dikembangkan, yang bisa mendukung keberadaan Komodo, atau pun Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Prioritas”, kata Bupati Bima,  Hj.Indah Dharmayanti Putri melalui siaran pers yang diterima media ini, Jumat (25/6/2021).

Penandatanganan MoU ini sebagai tindak lanjut dari rangkaian sinergitas pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif antar Pemerintah Kabupaten Bima bersama BPO-LBF. Usai penandatanganan nota kesepahaman, kedua lembaga langsung melakukan rapat koordinasi Forum Floratama yang berlangsung selama 2 (dua) hari di Bima.

Bupati Bima yang juga adalah istri mendiang Sultan ke-16 Ferri Zulkarnain itu mengaku, rapat koordinasi yang diwujudkan dengan penandatanganan MoU kali pertama ini, adalah hal yang luar biasa.

“Kami berterima kasih atas perhatian BPOLBF kepada Kabupaten Bima, karena sehebat apapun kami mempromosikan Kabupaten Bima, tanpa ditunjang oleh Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, istilahnya kami “menumpang” promosi Labuan Bajo dengan Komodonya, barulah pariwisata kami bisa dikenal lebih luas”, imbuhnya.

Lambu dan Sape merupakan 2 (dua)  kecamatan di Kabupaten Bima yang masuk dalam wilayah koordinatif BPO-LB. Hal itu sesuai amanah Perpres No.32 Tahun 2018, yang merupakan bagian dari Cagar Biosfer Komodo.

Bupati Indah berharap, sinergitas kerjasama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif yang terjadi saat ini kiranya dapat menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat setempat.

Sementara, Direktur Utama Badan Otorita Labuan Bajo Flores BPO-LBF, Shana Fatina mengatakan, pihaknya siap menjalin kerjasama dalam rangka mendukung percepatan sektor parekraf, khususnya di Kecamatan Sape dan Lambu yang masuk dalam zona koordinatif BPOLBF.

“Pariwisata terintegrasi adalah visi utama kami yang mana keberadaan Komodo sebagai ikon utama Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo yang nantinya dapat mendatangkan manfaat bagi daerah penyangganya, termasuk Kabupaten Bima”, tukas Shana.

Ia optimis, usai kerjasama ini, potensi produk ekonomi kreatif yang dimiliki Kabupaten Bima akan mendapat pasar yang luas, terutama dengan mitra BPO-LBF seperti kreasi Jawa Barat dan Lion Parcel.(red/*)