200 Ekor Babi Ras Akan Ditempatkan di Instalasi Tarus

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Dalam tahun ini, Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menempatkan 200 ekor babi ras di instalasi Tarus, untuk menggantikan babi-babi yang mati terserang flu babi Afrika atau disebut African Swine Fever (ASF) belum lama ini.

“Kami sudah anggarkan sebesar Rp 1,2 M  dari APBD I NTT Tahun 2021 untuk pengadaan 200 ekor babi itu, yang saat ini masih dalam tahap proses tender. Kita tinggal menunggu pengumumannya saja,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Produksi Pakan Ternak Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Irwan I. Arkiang kepada media ini di Kupang, Kamis (24/6/2021).

Baca juga :  Lahir Tanpa Lubang Anus, Bayi Asal Compang Longgo Butuh Biaya Operasi

Pihaknya juga akan melakukan biosecurity, salah satu tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular pada ternak, seperti virus ASF baru –baru ini. “Kita melakukan sterilisasi semua kandang-kandang yang ada dengan melakukan penyemprotan setiap minggu,” tukasnya.

Untuk menghemat anggaran, pihaknya lebih cendrung untuk membeli babi-babi ras dari masyarakat lokal yang berada di Kupang yang harganya lebih murah dibanding di Jawa.

Dari hasil survei yang dilakukan timnya, ternyata harga babi ras di Jawa lebih mahal dibanding di Kupang. Misalnya, di Jawa harganya  sebesar Rp 75.000/kg, sementara di Kupang hanya Rp 55.000/kg.

Dasar pemikiran itulah, maka dirinya lebih memilih untuk membeli babi di Kupang ketimbang di Jawa yang harga ongkos pengiriman dan pembeliannya cukup tinggi. Standart berat babi yang akan dibeli nanti 75 kg ke atas.

Baca juga :  Biaya Operasi Bayi Tanpa Lubang Anus, Wabup Mabar : “Kita Bantu Sesuai Kemampuan Keuangan Daerah”

“Kita harapkan, diambil dari masyarakat lokal di Kupang  saja, karena biaya pengiriman dan harga babi lebih murah  dibanding  Jawa. Kami sudah mendatangi beberapa tempat di Kupang yang lolos dari wabah ASF waktu itu. Kita belajar dari mereka, sehingga bisa lolos dari wabah ASF. Kami saling sharing soal itu, dan  menurut mereka, kuncinya biosecurity-nya. Kalau biosecurity-nya bagus, pasti aman dari wabah ASF,” sebut Irwan.

Menurut rencana juga tahun ini, pihaknya  akan mendapatkan bantuan 500 ekor babi ras dari pemerintah pusat dalam hal ini, Kementerian Pertanian melalui Dirjen Peternakan. 500 ekor babi itu nanti, sebagiannya di tempatkan di Instalasi Tarus dan sebagiannya lagi di Instalasi Boawae. (red)