Pengawasan Internal Pemerintah Kunci Wujudkan Visi dan Misi Pemkab Manggarai

RUTENG, NTT PEMBARUAN.com – Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut, S.H mengingatkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah itu, bahwa penguatan kapasitas sumber daya aparat pengawasan internal pemerintah menjadi kunci mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai.

Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut, S.H mengatakan itu, saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Inspektorat Daerah Kabupaten Manggarai, Jumat (18/6/2021) siang.

“Pengendalian dan pengawasan supaya penyelenggaraan pembangunan dan pemerintahan bisa berjalan on the track sehingga apa yang menjadi pekerjaan teman-teman disini (Inspektorat) juga adalah bagian integral dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai,” tutur Wakil Bupati Heri saat menyampaikan arahannya yang diterima media ini via rilis Prokopim Setda Kabupaten Manggarai, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga :  Delapan Kecamatan di Manggarai Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19

Kredibilitas penyelenggaraan pemerintahan, lanjutnya, sangat bergantung pada sejauhmana akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi semua pihak dalam pelaksanaan tata kelola pemerintah. Oleh karena itu, ia berharap, agar Inspektorat Daerah mampu melaksanakan tugasnya sebagai pengawas sekaligus pengawal dalam pelaksanaan program yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Terkait sejumlah temuan hasil pemeriksaan Inspektorat yang sedang ditangani, Wakil Bupati Heri berharap agar Inspektorat secepatnya menuntaskan tahapan proses pemeriksaan.

“Ini pertaruhan kinerja kita semua. Inspektorat kerja bagus, perangkat daerah kerja bagus, maka penyelenggaraan pemerintahan kita akan berjalan dengan baik dan benar,” tuturnya.

Di lain pihak, Wakil Bupati Hery juga berharap, selain berperan sebagai auditor, Inspektorat hendaknya juga menjadi institusi yang bertugas memberikan bimbingan dan pendampingan sehingga kesalahan dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dapat diminimalisir. Tindakan preventif akan mencegah, memperbaiki, dan menjadi pelajaran agar kesalahan dalam pelaksanaan program dan kegiatan oleh perangkat daerah dari kabupaten hingga desa tidak terulang di masa yang akan datang. “Sebelum melakukan tindakan represif lakukan tindakan preventif,” pungkasnya. (fon/*)