Dua Pelaku Pencurian Asal Kaltim dan Sulsel Ditangkap Polres Mabar

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Dua pencuri, masing-masing,  RDB (35) alias Daeng Tinggi alias Daeng Rola, warga Manggar, Desa Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur, Kabupaten Kalimantan Timur dan BDN (48) alias Daeng Nangka, warga Jalan Bulu Saraung, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan berhasil ditangkap Tim Jatanras Komodo Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Manggarai Barat, Rabu (9/6/2021) petang sekitar pukul 16.00 Wita. Penangkapan kedua pelaku itu  dipimpin AIPTU Marianus Demon Hada, S.Sos.

Kedua pelaku melakukan aksi pencurian di Pasar Lembor, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat,  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Minggu (6/6/2021) pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Keduanya, diamankan setelah melakukan pencurian uang milik pedagang di Pasar Malawatar, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi  NTT sebesar Rp 30.000.000.

Mereka diamankan di dua tempat berbeda yakni, di Bandara Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat dan di Maumere, Kabupaten Sikka.

Inisial BDN diamankan di ruang tunggu Bandara Komodo, Labuan Bajo. Saat itu pelaku hendak melarikan diri ke Surabaya, Jawa Timur menggunakan jalur udara pada akhir pekan lalu.

Dari BDN (48), didapat informasi keberadaan pelaku lainnya RDB (35). Ternyata, RDB (35) bersama istri dan satu rekannya tengah berupaya melarikan diri melalui Maumere, Kabupaten Sikka untuk selanjutnya menuju Kalimantan Timur melalui jalur laut.

Tim Jatanras Komodo berkoordinasi dengan Polres Sikka dan berhasil mengamankan RDB (35) dan istri serta barang bukti 1 (satu) unit sepeda motor Yamaha Mio yang diduga digunakan para pelaku menjalankan aksi kejahatan.

Baca juga :  Kejari Labuan Bajo Belum Tetapkan Tsk Pengelola Aset Tanah Pemkab Mabar di Batu Cermin

Ada juga barang bukti lain berupa 1 (satu) unit handphone merk vivo Y12S warna biru  yang dibeli dari hasil kejahatan,  uang Rp 500.000,- (hasil kejahatan) dan  satu buah ATM BNI dengan saldo Rp 3.400.000,- (uang hasil kejahatan).

Satu buah ATM BRI warna biru dengan saldo Rp 1.094.835 (uang hasil kejahatan)  1 (satu) buah ATM BRI warna hitam dengan saldo Rp 5.064.882,- (uang hasil kejahatan).

 

Selanjutnya 2 (dua) lembar kertas rapid atas nama Rusli Daeng Beta dan Komaliah yang dibayar dari hasil kejahatan. 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha Mio JT nomor polisi L 5938 XU untuk melakukan tindakan kejahatan.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si. didampingi Kasat Reskrim IPTU Yoga Darma Susanto, S.Tr.K. di Mapolres Manggarai Barat, Rabu (16/6/2021) pagi menjelaskan, berdasarkan Laporan Polisi dengan nomor LP/41/Vl/2021/Sektor Lembor tanggal 6 Juni 2021, kedua pelaku melakukan aksi pencurian tas milik Siti Sarinah, pedagang Pasar Malawatar, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat yang berisi uang sebesar Rp 30.000.000,-, 1 (satu) buah gelang emas, 1 (satu) unit handphone dan 2 (dua) buah cincin emas.

Modus yang digunakan pelaku dengan berpura–pura belanja guna mengalihkan perhatian korban,” jelas AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si.

Setelah berhasil mengambil tas korban, para pelaku langsung melarikan diri. Korban pun melaporkan kejadian ini ke Polsek Lembor, Polres Manggarai Barat. “Setelah dilakukan penyelidikan akhirnya para pelaku berhasil diamankan,” tandasnya

Baca juga :  PPKM di Manggarai Diperpanjang Hingga 8 Agustus 2021

Kasus ini langsung dikembangkan, karena diduga para pelaku merupakan sindikat pencurian  yang biasa beroperasi di wilayah Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan NTT.

AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si. mengungkapkan, 2 (dua) pencuri sudah merencanakan aksinya. RDB (35) mengajak istrinya, Komaliah (35), BDN (48) dan rekannya Dony (31) ke Labuan Bajo dengan alasan pesiar.

Tapi ternyata, di balik itu, RDB (35) dan BDN (48) sudah berniat melakukan pencurian di wilayah Flores, NTT.

Mereka memarkirkan mobil dan mencari ojek dengan tujuan mencuri tetapi karena tidak mendapat sepeda motor ojek, kedua pelaku berpura–pura membeli sepeda motor bekas yang ada di Malawatar, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat.

Setelah tawar menawar dan sepakat harga Rp 8.000.000,-, RDB (35) beralasan ke pemilik sepeda motor tersebut bahwa ia mau mencoba sepeda motor tersebut.

Inilah barang bukti (BB) hasil curian kedua pelaku tersebut.

Agar tidak dicurigai pemilik sepeda motor, BDN (48) menunggu di tempat penjual sepeda motor sambil bercerita mengelabui pemilik motor sambil menunggu RDB (35) kembali. RDB (35) mencoba sepeda motor tersebut dan menuju ke arah pasar.

Di Pasar Malawatar, RDB (35) melihat tas ransel warna coklat di salah satu lapak milik korban yang digantung di kayu dan keadaan pasar saat itu dalam kondisi ramai.

RDB (35) langsung ke lapak milik korban dan berpura–pura membeli buah semangka. RDB (35) menyuruh korban memotong buah semangka. Di saat itu juga pelaku beraksi saat korban fokus memotong buah semangka, pelaku langsung mengambil tas milik korban dan langsung melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor.

Baca juga :  Menjelang HUT Ke-75 Bhayangkara, Polres Mabar Bagikan Paket Sembako

RDB (35) kembali ke tempat penjualan sepeda motor dan bertemu dengan BDN (48). Lalu kedua pelaku menyampaikan kepada pemilik motor bahwa tidak jadi membeli sepeda motor.

Kedua pelaku dengan mobil kembali menjemput Dony (31) dan Komaliah (35) dan melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Mereka menginap di salah satu rumah kos di Kota Labuan Bajo.

Hasil kejahatan itu mereka bagi dengan jumlah masing–masing BDN (48) Rp 9.000.000,- dan RDB (35) Rp 21.000.000,-.

Atas perbuatan tersebut, para pelaku kini dijerat pasal 362 KUHP pasal 56 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun penjara.

“Mereka (pelaku) ini sudah spesialis. Datang ke Manggarai Barat hanya untuk mencuri”, kata AKBP Bambang Hari Wibowo, saat konferensi pers berlangsung, Rabu (16/6/2021).

Lebih lanjut AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si. menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada agar terhindar dari tindakan kejahatan.

“Maka dari itu kita himbau masyarakat untuk selalu berhati–hati dan waspada, agar terhindar dari tindakan kejahatan. Kita tidak boleh under estimate untuk keselamatan,” imbaunya. (fon)