Mendagri : Belanja Pemerintah Menjadi Stimulus Penggerak Ekonomi Masyarakat

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-  Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengatakan, belanja pemerintah harus menjadi stimulus penggerak ekonomi masyarakat.

Mendagri Tito mengatakan itu, saat memberi arahan pada pertemuan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Walikota Kupang dan para Bupati se- NTT di  Aula Utama El Tari Kupang, Kamis (3/6/2021).

Pertemuan itu dalam rangka realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2021, dan Penanganan Pandemi Covid-19, serta Penyerahan Bantuan Masker kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Mendagri Tito Karnavian  mengingatkan kepada jajaran Pemerintah Daerah di NTT, menjelang  akhir Triwun II Tahun 2021, komitmen untuk tetap bekerja keras dan bersinergi dengan pemerintah pusat sangatlah dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sampai 7 persen di akhir 2021 nanti.

Di tengah Pandemi Covid-19 ini, Mendagri juga menegaskan untuk tetap taat terhadap penerapan protokol kesehatan demi menghindari ledakan kasus yang luar biasa, seperti yang telah terjadi di India dan negara-negara lainnya di dunia.

Perlu keseriusan semua pihak agar Covid-19 ini, tidak berkepanjangan karena akan berdampak besar dan menyebabkan krisis ekonomi dan krisis sosial berkepanjangan. Disisi lain, Mendagri sangat memberi dukungan penuh kepada Pemerintah Provinsi NTT, yang telah menjadikan pariwisata sebagai primadona, haruslah tetap ditata dan dikelola dengan baik. “Kita harus bekerja dengan inovasi, konsisten, tetap kompak sebagai penyelenggara negara bersama TNI dan Polri dan semua komponen masyarakat  agar semua harapan untuk kesejahteraan masyarakat dapat terwujud. Belanja Pemerintah harus bisa digenjot di atas 30 persen sampai akhir Juni 2021.Dalam krisis pandemic seperti ini, agar target pandapatan dan belanja APBD per tiga bulan, 40 persen, pada triwulan III sudah mencapai kisaran 60-70 persen, sehingga di akhir dari 2021 telah mencapai 90 sampai dengan 100 persen”, tandas Mantan Kapolri yang didampingi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub NTT, Josef Adreanus Nae Soi saat itu.

Baca juga :  Stasi St. Kristoforus Matani Dapat Bantuan Genset dari Partai Golkar

Mendagri Tito mengharapkan dukungan dan kerja keras dari Pemda di NTT agar penyerapan anggaran benar- benar maksimal untuk bisa mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7 persen di akhir 2021 nanti.

Mendagri juga memberi apresiasi khusus kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai yang telah melakukan realisasi belanja APBD sampai menjelang akhir Triwulan II 2021 sebesar 27, 62 persen.

Sebelumnya, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  dalam sekapur sirihnya menyampaikan selamat datang kepada Mendagri, Muhamad Tito Karnavian beserta Ibu Try Tito Karnavian dan rombongan ke Flomaborata tercinta.

NTT, yang dulu diplesetkan dengan Nasib Tidak Tentu, Nanti Tuhan Tolong, kini telah berubah menjadi Nikmat Tiada Tara karena NTT telah menjadi New Tourism Territory di Indonesia.

Baca juga :  Pendapatan Daerah Tahun 2020 Meningkat 1,23 Persen

“Kami bersama Ketua DPRD Provinsi NTT, Walikota Kupang dan 21 Bupati se- NTT bersama jajaran Pemerintah Daerah, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari Mendagri bersama Ibu Ketua Umum TP. PKK di Provinsi NTT. Sejak saya menjadi Gubernur, prime mover ekonominya adalah sektor pariwisata. Dan cara menata pariwisata tentu saya perlu melatih baik pada staf saya di Kantor Gubernur maupun kepada walikota dan para bupati,”ujarnya.

Pariwisata bila dikerjakan dengan baik, kata dia, akan mempunyai lompatan-lompatan ekonomi yang eksperensial berlipat ganda. Untuk membangun NTT ke depan, untuk meraih kejayaan pariwisatanya, maka seluruh rantai pariwisata harus mampu disupplay oleh provinsi itu sendiri. “Karena itu, kita bisa menatap NTT semakin sejahtera”, ungkap Politisi NasDem tersebut.

Berkaitan dengan penanganan Covid-19 di NTT, Gubernur Laiskodat menyampaikan, bahwa tugas pemerintah adalah mangatur agar masyarakat tidak boleh sakit dan yang sakit harus bisa sembuh. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat terkait kesehatan dan kesejahteraan.

Baca juga :  Gubernur NTT Resmikan Kampus Desa Bambu Agroforestri

Lebih lanjut, Gubernur Laiskodat mengatakan, di NTT terjadi defisit karena NTT adalah daerah yang infrastrukturnya sangat terbatas.  Apalagi kalau musim hujan maka daerah-daerah tertentu sangat teriosolir bagaikan di dalam penjara. Oleh sebab itu perlu percepatan dan langkah-langkah inovasi dalam membangun NTT.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mohamad Adrian, Kepala Puspen Kemendagri, Benni Irwan, Karo Administrasi Pimpinan Kemendagri, Andi On,Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia J. Nomleni, Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing,  Jajaran Forkopimda Provinsi NTT, Ketua TP. PKK/Ketua Dekranasda Kabupaten Rote Ndao, Leonard Haning dan Wakil Ketua TP PKK/Wakil Ketua Dekranasda Kota Kupang, Elizabeth Man-Rengka dan sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT. (red/*)

 

Komentar