DENPASAR, NTT PEMBARUAN.com-  Karena kesulitan biaya pemulangan, jasad almarhumah Siti Hawa (47), Warga Pasar Baru RT 009/RW 005, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih tertahan di Denpasar, Bali. Almarhumah meninggal dunia di RSUP Sanglah Denpasar Bali, Kamis (3/6/2021).

Edit Gunawan (28), salah satu anak kandung almarhumah menerangkan, bahwa ibundanya meninggal dunia pada hari  Kamis, 3 Juni 2021 sekitar pukul 14.30 Wita. Almarhumah meninggal karena menderita penyakit komplikasi setelah dirawat selama 1 bulan lebih di RSUP Sanglah Denpasar Bali.

“Sekitar pukul 14.30 Wita, ibu dikabarkan meninggal dunia. Belum lama ini, sekitar satu minggu baru selesai dioperasi. Jenazah ibu belum dipulangkan, karena pengurusnya ke Labuan Bajo masih urus kelengkapan administrasi. Selain itu, dana juga tidak ada ini, ungkap Gunawan kepada wartawan di RSUP Sanglah Denpasar Bali, Kamis (3/6/2021).

Baca juga :  56 Sekolah di Mabar Belum Miliki Sertifikat Tanah

Gunawan juga menjelaskan, biaya yang dibutuhkan  untuk pemulangan jasad  ibundanya ke Manggarai Barat diperkiran sebesar Rp 20 juta. Jika tidak mampu memenuhi biaya tersebut, jasad akan dimakamkan di Bali, dan  itu pun tetap membutuhkan dana juga.

“Kami pihak keluarga tidak tahu mau bagaimana lagi. Kita di sini sangat berharap dipulangkan jasadnya,” ujar Gunawan dengan nada lemah.

Gunawan  pun mengaku mencoba berharap adanya uluran tangan dari pihak lain, agar mendapat bantuan biaya pemulangan jasad ibunda tercinta ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Diketahui penyakit yang menimpa hasil operasi 28 Mei 2021, almarhumah Siti Hawa mengidap tumor kandungan 69 persen menyebar, kista dan batu empedu itu berhasil diangkat.

Hal berbeda yang diungkapkan Nurwahida, selaku anak kandung yang ikut merawatnya selama operasi mengaku, proses pemulangan jenazah almarhum ibunda Siti Hawa masih proses diskusi keluarga.

Baca juga :  Pelaku Pencabulan Anak Di Bawah Umur Diancam 15 Tahun Penjara

“Kami di sini tidak bisa berbuat banyak, besar harapan kami untuk keluarga di kampung mau meringankan duka kami. Kami tidak punya siapa-siapa di Bali ini”, ungkapnya sambil meneteskan air mata tanpa henti.

Komunikasi keluarga sementara sampai detik ini, biaya pemulangan ibu (Alm.Siti Hawa) belum pasti atau final. Malam ini, keluarga yang di sini sedang mengurus administrasinya, akunya.

Keluarga pendamping almarhum Siti Hawa terlihat bingung. Sementara jenazah almarhum sudah didiamkan di rumah tunggu guna penanganan lebih lanjut.

Kondisi ibu Siti Hawa (47) semasih hidup saat dirawat di RSUP Sanglah Denpasar Bali sebelumnya.

Anak kandung almarhumah Edit Gunawan (28) yang didampingi beberapa keluarga besar yang berdomisili di Bali tengah mengurus administrasi pemulangan jenazah tersebut.

Jenazah tersebut terpaksa masih tertahan di Rumah Sakit Sangla Denpasar Bali. Hal itu dikarenakan keluarga tidak punya cukup dana untuk memulangkan jasad perempuan tersebut.

Baca juga :  Wakapolri Kunjungi RSUD Komodo

Adapun rincian pembiayaan pemulangan jenazah diantaranya, biaya rumah sakit pasca meninggal dunia yakni penitipan jenazah Rp 150.000-/hari, formalin Rp 1.490.000-, peti mayat Rp 2.500.000-, perawatan dasar Rp 102.000-, plastik pembungkus Rp 60.000-, ambulance Rp 570.000-, cargo jenazah Rp 7.800.000-, tiket keluarga pendamping almarhumah tiga orang Rp 3.000.000-.

Open donasi pemulangan jenazah almarhum Siti Hawa: Nomor Rek 0816077591 Bank BNI atas Nama Sdri Nuraini Hasmaratin. Kontak 081212519203 (Rati), 081236488246 (Gunawan) Anak Alm. Siti Hawa. (fon/*)