LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Polsek Sano Nggoang sudah mengamankan VRH (24) pelaku pembakar rumah milik orangtua kandungnya di  Kampung Ndajot, Desa Mata Wae, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pelaku adalah VRH (24),  yang adalah anak kandung dari korban Benediktus Abu (67), dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,  kami sudah amankan pelaku. Sedangkan, motifnya kita sementara  melakukan penyelidikan,” kata Kapolsek Sano Nggoang, IPTU I Wayan Merta kepada media ini di Polsek setempat, Rabu (26/5/2021).

Kasus pembakaran rumah itu terjadi pada Selasa (25/5/2021) siang sekitar pukul 12.00 Wita. Saat itu, saksi RS (34) warga Kampung Ndajot, Desa Mata Wae sementara membuat sebuah kamar tepatnya di belakang rumah yang terbakar. Tiba–tiba pelaku VRH  datang dan melarang saksi RS  untuk tidak melanjutkan aktivitasnya.

Baca juga :  Tim KLC Kembali Melakukan Investigasi Masalah Limbah Hotel Local Colection

Kepada saksi RS yang merupakan kakak kandungnya, pelaku mengatakan saat itu,  untuk jangan ada yang membongkar rumah tersebut.  Lalu, saksi RS menjawab bahwa tadi malam ia bersama ayah mereka telah melakukan runding keluarga untuk membongkar rumah dalam rangka renovasi.

Tetapi, pelaku VRH  tetap bersikukuh seraya mengulangi lagi perkataannya agar jangan ada yang membongkar rumah itu, sehingga terjadilah percecokan antara kakak beradik saat itu.

Pelaku tetap ngotot dengan mengatakan, jangan ada yang membongkar rumah, kemudian RS menjawab, sebenarnya, kamu mau apa.  Lalu terjadilah adu mulut dan saling dorong antara saksi RS  dengan pelaku VRH.

Tidak terima, pelaku VRH  langsung mengambil sebotol bensin lalu berlari menuju belakang rumah dan masuk ke dalam kamar ayahnya. Selanjutnya, pelaku langsung menyiram bensin yang berada di tangannya di atas bantal kapuk dan dinding rumah yang berbahan bambu, lalu membakarnya.

Baca juga :  AHY : Partai Demokrat Selalu Dekat dengan Rakyat

Api langsung membesar dan membakar habis rumah tersebut hingga rata dengan tanah, kata Kapolsek Wayan Merta.

Atas laporan masyarakat,  Kapolsek  Wayan Merta bersama anggotanya turun  ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan tindakan pertama.

Akibat perbuatan pelaku VRH, sebuah bangunan rumah berdinding bambu berukuran 12 x 6 meter milik Benediktus Abu (67) itu ludes dilalap  si  jago merah. Walaupun tidak ada korban jiwa, namun seluruh isi rumah, termasuk uang tunai sebesar Rp 50 juta hangus terbakar.

Rinciannya kerugiannya, uang tunai sebesar Rp 50 juta, beras 6 karung atau setara 300 kg, kayu balok 10 batang, 9 karung kemiri yang sudah dikupas, dan surat–surat berharga lainnya dengan total kerugian materil ditaksir  mencapai Rp 200 juta, dan tidak ada korban jiwa. (fon)