KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Senin, 10 Mei 2021, Biro Umum Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Politeknik Negeri Kupang dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) segi tiga dan Sosialisasi Program Studi D2 Fast Track.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus Politeknik Negeri Kupang itu dihadiri Karo Umum Setda NTT, George Melkianus Hadjoh,SH, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Linus Lusi Making, S.Pd, M.Pd, Direktur Politeknik Negeri Kupang, Ny. Nonce Farida Tuati,SE,M.Si, Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Ir. Thomas Lapenangga,MS, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota Kupang, Semi Ndolu dan para Kepala SMK se-Kota Kupang.

Direktur Politeknik Negeri Kupang, Ny. Nonce Farida Tuati,SE,M.Si dalam sambutannya mendukung sepenuhnya kerjasama tersebut.

Bagi dia, kerjasama dengan Pemprov NTT bukan baru pertama kali, tetapi sudah berjalan lama, seperti penerimaan mahasiswa baru, dan Praktek Kerja Lapangan (PKL) sesuai program studi masing-masing.

Politeknik Negeri Kupang dengan Biro Umum Setda NTT juga telah melakukan kerjasama di bidang pariwisata seperti melakukan pembinaan kepada masyarakat   di Desa Semau berkaitan dengan pengembangan pariwisata di lokasi wisata Pantai Liman dan Pantai Otan.

Baca juga :  Pemkab Manggarai Sumbang Seekor Sapi Kurban Kepada Umat Muslim di Nanga Ramut

Di sana, kedua lembaga ini mengajarkan masyarakat bagaiamana cara menerima wisatawan, dan melakukan pembinaan terhadap sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) di sekitar lokasi wisata. “Jadi, ada banyak hal yang sudah kita lakukan bersama dengan Pemprov NTT,” ujar Nonce.

Terkait Program Studi D2 Fast Track, kata Nonce, pihaknya bersama Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang sudah diskusikan dengan Biro Umum Pemprov NTT dan Kadis P dan K NTT.

“Dari Politeknik Negeri Kupang sendiri, kami punya ancang-ancang untuk membuka Jurusan Pariwisata, Perhotelan, Tehnik Mesin untuk perawatan mesin-mesin pertanian, dan mesin peternakan. Dari sisi pariwisata, kita tahu, Pemprov NTT menjadikan pariwisata sebagai prime mover. Kita kerjasama dengan teman-teman dari SMK untuk mempersiapkan anak didik mengikuti program ini,” tukas dia.

“Kita juga mensuport program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) yang digalakan Pemprov NTT, dan kami  mensuport dari sisi peralatan pertaniannya. Namun, kita tidak bisa berdiri sendiri harus ada kerjasama. Kami berharap, Karo Umum Pemprov NTT dan Kadis P dan K NTT mensuport kami juga. Kami juga mensuport program Pemprov NTT yaitu NTT Bangkit dan NTT Sejahtera ,” kata Nonce.

Baca juga :  Jelang HUT Ke-76 Kemerdekaan RI, DPD PAN Mabar Gelar Baksos

Sementara itu, Karo Umum Setda NTT, George Melkianus Hadjoh,SH mengatakan, untuk mendukung program Pemerintah Provinsi NTT dibutuhkan orang-orang yang hebat, dan orang-orang yang hebat ada di kalangan kampus.

“Kita butuh orang-orang hebat, dan orang-orang hebat itu hanya ada di kampus. Kampus melahirkan orang-orang hebat. Saya berterima kasih kepada dua orang hebat kita, yaitu Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan Direktur Politeknik Negeri Kupang. Semoga kolaborasi ini berjalan dengan baik ke depan,” harapnya.

Pada tempat yang sama,  Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kota Kupang, Semi Ndolu menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas program kerjasama segi tiga itu.

Menurut Ndolu,  yang paling penting dalam kerjasama ini adalah komitmen yang harus dijalankan secara bersama-sama ke depan. “Komitmen ini menjadi fundasi dasar yang kuat bagi kita. Mudah-mudahan dalam kerjasama ini, SMK di Kota Kupang menjadi pilot project tahun pertama,” tandas Ndolu.

Baca juga :  Gubernur VBL Dukung Laut NTT Akan Dilintasi KLTS 

Ia menyebutkan, ada 24 SMK di Kota Kupang, 8 SMK Negeri dan 16 SMK Swasta, sehingga perlu dilakukan pemetaan jurusan.

Dicontohkannya, di SMKN 4 Kupang atau sekolah yang dipimpinnya  ada beberapa jurusan yang dimiliki, seperti pariwisata, pertanian, perikanan, kelautan, dan bisnis manajemen.

“Jadi, kita perlu melakukan pemetaan untuk ditindaklanjuti. Kita juga perlu melakukan sinkronisasi kurikulum, supaya kita saling tahu,apa yang SMK lakukan, apa yang Politeknik Negeri Kupang dan Politeknik Pertanian Negeri Kupang  serta Biro Umum Pemprov NTT lakukan, lalu apa yang dilakukan oleh dunia usaha industri (Dudi).Yang paling penting adalah standart kelulusan, standart proses, dan standart  isi,” urainya. (red)