KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Setelah sekian lama mandek, Ikatan Mahasiswa Bikomi (IMABI) Kupang kembali aktif dan dikukuhkan oleh Yosef Kolo, S.S, salah satu perwakilan senior Alumni  IMABI Kupang yang juga Komisioner KPID NTT Bidang Pengawasan Isi Siaran beberapa hari lalu di Aula SMK 20 Desember.

Badan Pengurus inti Ikatan Mahasiswa Bikomi ( BP IMABI) Kupang periode 2020/2021 yang dikukuhkan itu adalah Petrus Ato (ketua umum), Kristoforus Tpoy (wakil ketua I), Alberto Carlos Apu (wakil ketua II), Yefrianus Elu (sekertaris umum),  Graciana Abi (wakil sekertaris), Maria Clarita Lake (bendahara umum) dan Claudia Nadya Putri Yoan Lake (wakil bendahara).

Biro-Biro masing-masing,  Biro Penaralan dan Keilmuan,  Apoli Naris Lake, Biro Pembinaan dan Pengkaderan,  Marsedis Sasi, Biro Pengembangan Organisasi, Gregorius Kolo, Biro  Kesekretariatan,  Antonius R. Abi dan Pengabdian Pada Masyarakat,  Eduardus Eko.

Baca juga :  Sengketa Lahan di Golo Mori, Polres Mabar Tetapkan 21 Tsk Bersama BB

Organisasi adalah kumpulan mahasiswa/i dari 5 kecamatan yang tersebar di Wilayah Bikomi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang masih aktif kuliah di berbagai perguruan tinggi di Kota Kupang yang bernuansa persaudaraan.

Lima kecamatan yang masuk dalam ikatan ini adalah Kecamatan Bikomi Tengah, Bikomi Selatan, Bikomi Utara , Bikomi Nilulat dan Kecamatan Kota Kefamenanu.

Yosef Kolo, S.S, salah satu senior Alumni IMABI Kupang yang juga Komisioner KPID NTT Bidang Pengawasan Isi Siaran pada saat pengukuhan itu mengatakan,  mahasiswa adalah kelompok masyarakat yang memiliki harapan atau idealisme yang kuat untuk  tidak hanya menjadi agen perubahan, namun, lebih dari itu harus menjadi pelaku perubahan.

Dia menambahkan, keberadaan IMABI Kupang merupakan salah satu wujud kepedulian generasi muda Indonesia untuk membangun Indonesia dari bumi Biinmaffo, khususnya Pah Bikomi.

Baca juga :  Suami Ditahan, Melania Mengaku Kesulitan Menafkai Keluarganya

Kata Kolo,  eksisnya sebuah komunitas tergantung dari soliditas dan loyalitas pengurus dan anggotanya.  Secara struktur pemimpin harus mampu mengkonsolidasi anggota yang berbeda-beda karakter melalui rekayasa program yang terencana dan terstruktur.

“Kemajuan hanya bisa diraih lewat persatuan,yang lahir dari perbedaan.  Rawatilah perbedaan sebagai potensi bersama dalam perjuangan,” ajar Yosef.

Dirinya mengharapakan, Wadah IMABI Kupang ini menjadi wadah kekeluargaan dan wadah pembelajaran bagi seluruh anggota, ibarat sebuah foto yang terpajang indah dan anggota-angota  adalah bingkainya. Agar Potret IMABI Kupang terus terjaga dan berkembang maka anggota harus bekerja sama untuk membingkai persatuan dan kesatuan yang kokoh dalam mengejar cita-cita (red/*)