OELAMASI, NTT PEMBARUAN.com- Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhajir Effendi bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kupang, Senin (3/5/2021) dalam rangka monitoring progres penanganan bencana alam siklon tropis seroja serta peninjauan lokasi terdampak bencana.

Kunjungan kerja tersebut dilakukan di Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang yang merupakan salah satu titik terdampak akibat bencana alam siklon tropis seroja yang menimpa wilayah NTT sebulan yang lalu.

Ikut hadir dalam kunjungan kerja itu, Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi MM, Bupati Kupang, Korinus Masneno, dan Ketua DPRD Provinsi NTT, Ny. Emi Nomleni.

Menteri Koordinator PMK RI, Muhajir Effendi mengatakan, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi kementerian/lembaga bersama pemerintah daerah dalam penanganan bencana.

“Kehadiran kami di sini agar kita bisa berkoordinasi mengenai upaya penanganan untuk menyelesaikan masalah dampak bencana. Kita koordinasi apa saja yang dibutuhkan agar bisa ada kebijakan dari pemerintah pusat dengan keterlibatan dari pemerintah daerah. Kita harus koordinasi di lapangan agar bisa tahu jelas apa yang terjadi sesuai kebutuhan masyarakat yang menjadi korban”, ujarnya.

“Saya juga mengajak Ibu Menteri PPPA untuk hadir karena dalam bencana harus ada perhatian serius pada kaum perempuan dan anak-anak. Mereka yang tentunya paling merasakan dampak. Kita bersama-sama bisa perhatikan kebutuhan perempuan (ibu-ibu) dan anak-anak. Apa saja yang dibutuhkan bisa dikoordinasikan dengan Ibu Menteri PPPA,” tambahnya.

Baca juga :  Gubernur NTT Undang Menteri Parekraf ke Bukit Kelabba Maja

Ia menjelaskan ada 7 kementerian dibawah koordinasinya yaitu Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian PPPA. Jga Lembaga dibawah koordinasinya yaitu BNPB, BKKBN, BPOM dan BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja.

“Atas nama pemerintah pusat dan pribadi saya sangat prihatin atas kejadian bencana. Harus sabar dan iklas.Selalu ada hikmah dari apa yang terjadi,” ujar Muhajir.

Sementara itu, Bupati Kupang, Korinus Masneno mengapresiasi kunjungan kerja tersebut. “Terima kasih atas kedatangan Bapak Menko PMK dan Ibu Menteri PPPA serta Bapak Wakil Gubernur NTT dan juga Ibu Ketua DPRD NTT yang sudah datang ke Kabupaten Kupang untuk melihat kondisi dampak bencana. Ini bentuk kepedulian dan perhatian dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTT bagi masyarakat Kabupaten Kupang,” ujar Korinus.

Bencana alam siklon tropis seroja melanda seluruh wilayah kabupaten kupang yang diantaranya 24 kecamatan, 160 desa dan 17 kelurahan. Tercatat 7 kecamatan mengalami dampak paling parah diantaranya Kecamatan Kupang Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kecamatan Kupang Barat, Kecamatan Amarasi, Kecamatan Amarasi Barat, Kecamatan Takari dan Kecamatan Sulamu.

Baca juga :  Ketua DPC Partai Demokrat Mabar Minta Pemda Perhatikan ODGJ

Korinus menyebutkan, masyarakat yang  terdampak badai siklon tropis seroja di daerahnya sebanyak 15.710 KK dengan 46.704 jiwa. Terdapat 12 orang meninggal dunia, 12 orang luka serius, 3 orang dinyatakan hilang.

Terdapat 11.884 rumah yang mengalami kerusakan dengan kategori rusak ringan sebanyak 6.809, rumah, rusak sedang sebanyak 2.663 rumah, dan rusak berat sebanyak 2.412 rumah.

“Dari seluruh rumah yang rusak telah kami usulkan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah pusat untuk diberikan bantuan.Sebanyak 1.508 KK akan dilakukan relokasi  di 7 lokasi, salah satunya adalah Desa Pukdale,” tambahnya.

Ia menambahkan, dampak bencana di sektor-sektor diantaranya untuk sektor infrastruktur terdapat kerusakan jalan dengan panjang hingga 304 km, pada sektor sumber daya air terdapat kerusakan 3 embung dan total pipa air yang rusak sepanjang 11.666 meter.

Pada sektor sosial kerusakan juga terdapat pada 32 unit layanan kesehatan, 15 unit fasilitas keagamaan, dan 124 unit sekolah. Untuk sektor ekonomi produktif kerusakan juga terjadi pada lahan pertanian seluas 6.962 Ha, lahan perkebunan seluas 1.802 Ha, dan fasilitas perdagangan sebanyak 16 unit.

Kerugian pada bidang peternakan diantaranya 1.614 ekor sapi hilang terbawa banjir, babi 939 ekor, dan kambing 1.906 ekor. Di bidang perikanan juga terdapat kerusakan pada perahu nelayan sebanyak 1.842 unit dan untuk lintas sektor terdapat 45 fasilitas pemerintah yang mengalami kerusakan.

Baca juga :  Bupati Nabit Pantau Pelaksanaan Vaksinasi di SMPK Immaculata Ruteng

“Sejak tanggal 28 April 2021 kita di Kabupaten Kupang telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan selama 180 hari dan akan berakhir pada tanggal 24 Oktober 2021. Selama masa tersebut, sesuai ketentuannya maka kita akan terus memberikan bantuan kebutuhan pokok pada para korban bencana”, ucapnya.

Dalam kegiatan di Desa Pukdale tersebut juga dilakukan penyerahan santunan untuk ahli waris yang meninggal, paket makanan, bantuan Kementerian PPPA, dan bantuan Kementerian Sosial.

Usai melakukan kunjungan kerja di Desa Pukdale, Menteri Koordinator PMK, Muhajir Effendi dan Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengikuti dialog bersama masyarakat dalam penanganan dan percepatan penurunan stunting di NTT yang dilaksanakan di Posko Tangguh Kelurahan Lasiana Kota Kupang. (red/*)