BPJS Kesehatan Sumbang 175 Juta untuk Korban Seroja di NTT

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-Keluarga besar jajaran BPJS Kesehatan ikut merasakan keprihatinan mendalam,  dan menyatakan simpati serta empati terhadap korban bencana badai siklon tropis Seroja, yang melanda Nusa Tenggara Timur pada awal April 2021 lalu.

Hal tersebut disampaikan Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan,   dr. Andi Afdal, saat diterima oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat di ruang kerjanya, Rabu ( 28/4/2021) .

“Terima kasih karena bapak sudah berkenan meluangkan waktu dan menerima kami, salam hormat dari sahabat Bapak Prof. dr. Ali Gufron Mukti, M. Sc, Ph. D, yang juga adalah Direktur Utama BPJS Kesehatan.  Beliau juga ikut merasakan duka mendalam, sehubungan dengan musibah bencana seroja yang dialami oleh sebagian besar masyarakat NTT. Kami bersyukur bisa hadir di NTT dan bisa memberi sedkit yang bisa kami sumbangkan untuk meringankan penderitaan saudara-saudara kita di NTT.  Memang tidak seberapa, namun kiranya dapat memberikan nilai persaudaraan dan solidaritas sebagai saudara.  Ini merupakan donasi suka rela sebagai ungkapan kasih kami dari keluraga besar BPJS Kesehatan, yang bersumber dari OSR dan sumbangan seluruh pegawai BPJS Kesehatan di Indonesia. Kunjungan ini merupakan silaturahmi untuk mempererat persaudaran diantara kita sebagai wujud solidaritas yang saling peduli”, kata Andi Afdal.

Baca juga :  Bupati Manggarai Tinjau Posko Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Nte’er

Akibat dari bencana seroja ini, beberapa Kantor Cabang BPJS Kesehatan di NTT, seperti di Kota Kupang,  Kabupaten Alor, dan Kabupaten Sumba Timur, juga terdampak, namun sejauh ini kegiatan operasional dapat berjalan dengan  baik.

Di penghujung pertemuan itu, Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, dr. Andi Afdan menyerahkan secara simbolis bantuan donasi BPJS Kesehatan sebesar 175 juta untuk masyarakat dan daerah yang terdampak bencana seroja.

Bantuan tersebut diterima oleh Gubernur VBL disaksikanPlt Kalak BPBD Provinsi NTT, Isyak Nuka dan Staf Khusus Gubernur Bidang Politik, Imanuel Blegur.

Gubernur Laiskodat menyambut hangat kunjungan dari Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, yang didampingi Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Bali Nusra, Agung Putu Darma dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Tri Mayudin.

Gubernur VBL juga menyampaikan salam hormat dan salam kasih kepada Dirut BPJS Kesehatan, Bapak  Ali Gufron Mukti dan jajarannya, atas semua bentuk kepedulian dan dukungan untuk masyarakat NTT yang terdampak bencana siklon tropis seroja.

“Terima kasih saya sampaikan, atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk semua perhatian, simpati, empati, dukungan dan bantuan yang sudah diberikan oleh BPJS Kesehatan kepada masyarakat NTT yang terkena bencana,”tutur orang nomor satu NTT itu. Masyarakat NTT, khususnya di Flores, sudah terbiasa dengan bencana alam seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, namun kalau bencana seperti banjir, dan angin kencang ini merupakan hal yang tidak biasa, seperti yang dirasakan dan dialami oleh masyarakat di Alor, Pantar, Lembata, Adonara apalagi di Kota Kupang.

Baca juga :  Gubernur NTT Dorong Pemuda GMIT Kembangkan Potensi Daerah

Kalau hujan itu biasa, biasanya hujan masyarakat terbiasa dan nyaman. Dari dokumen sejarah yang ditelusuri, bencana yang sama pernah terjadi pada Tahun 1939, siklon tropis tersebut pernah terjadi berupa hujan dan angin kencang.

Bencana waktu itu pernah meluluh lantahkan Pulau Timor dan daerah sekitarnya.Hal yang sama terulang kembali di tahun ini, tentunya kejadian ini menimbulkan dampak besar dan trauma yang parah, karena banyak orang bisa kehilangan keluarga, seperti suami, isteri, anak-anak, bahkan kehilangan anggota keluarga sekaligus dalam waktu sekecap.

Nah, ini hal yang sangat traumatis dan menimbulkan luka yang sangat dalam. Kehilangan rumah atau fasilitas lainnya pasti bisa diganti atau dibangun kembali, namun kehilangan anggota keluarga ini adalah hal yang sangat menyakitkan, apalagi kehilangan anak-anak yang masih kecil, itu sangat tragis.

Sampai sekarang tercatat 182 orang meninggal dan 46 masih dinyatakan hilang. Korban ini paling banyak disebabkan banjir dan tanah longsor “. Namun, saya terus memberi semangat kepada semua masyarakat yang terdampak, bahwa kita harus cepat bangkit dari bencana ini, harus cepat pulih, cepat merehabilitasi dan melakukan perbagai percepatan pembangunan oleh pemerintah agar kehidupan dan ekonomi masyarakat dapat segera normal kembali”, sebut putra Semau ini.

Baca juga :  Dikukuhkan, BP IMABI Kupang Periode 2020/2021

“Dalam kondisi seperti ini, kalau kita dapat bekerja sama dalam semangat persaudaraan dan solidaritas ini adalah hal yang sangat baik. Kalau boleh saya usulkan bantuan ini digunakan untuk membeli mobil tanki, yang bertuliskan bantuan dari BPJS Kesehatan untuk bencana siklon tropis seroja, dimana mobil tanki tersebut dikhususkan untuk daerah yang sangat terdampak seperti Adonara, Pantar, Sabu”, pinta Mantan Ketua Fraksi NasDem DPR RI itu.

Permintaan tersebut disetujui dan direspons dengan sukacita oleh Direktur SDM dan Umum, dr Andi Afdan dan jajaran BPJS Kesehatan yang hadir saat itu. (aven/humasntt/red)