56 KK di Stasi St. Kristoforus Matani Terima Bantuan Sembako dari Keluarga Dan Markus

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Sebanyak 56 kepala keluarga (KK) yang adalah umat katolik di Stasi St. Kristoforus Matani, Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang menerima bantuan Sembako dari keluarga Bapak  Dan Markus, Ibu  Vivi, Vincent dan Nikko yang berada di Texas, Amerika Serikat.

56 KK yang menerima bantuan Sembako pada Minggu, 25 April 2021  itu adalah akumulasi dari 4 KK/KUB X  14 KUB yang ada di Stasi St. Kristoforus Matani yang terdampak badai siklon tropis seroja pada tanggal 5 April 2021 lalu.

Bantuan yang diberikan oleh keluarga Bapak Dan Markus itu diwakili oleh keluarganya, Edi Ismail di Kupang bersama keluarga yang disalurkan melalui Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada umat di Kapela St. Kristoforus Matani, Minggu (25/4/2021).

Bantuan tersebut berupa beras 5 kg, 1 rak telur,  3 buah sabun mandi live boy, sabun rinso, mie instan dan minyak goreng bimoli.

Atas bantuan itu, Romo Krispinus Saku, Pr menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga Bapak Dan Markus, Ibu  Vivi, Vinsent dan Nikko di Texas, Amerika Serikat bersama keluarganya yang berada di Kupang, Bapak Edi Ismail, Ibu Elisabet, Bapak Tian Ragu, Ibu Chintya dan Ibu Mery.

Baca juga :  Buka Diklat SDM Kepramukaan, Wabup Heri: Pramuka Salah Satu Giat Menyiapkan Kader Pemimpin

“Jangan lihat nilainya, tapi yang dilihat adalah niat baik orang untuk membantu kita.  Orang yang tinggal di Texas saja bisa memperhatikan kita, apa lagi kita yang tinggal bertetangga. Karena itu, kami  sudah edarkan pedoman bahwa orang yang pertama membantu saudara kita yang tertimpa bencana  adalah tetangga sekitarnya atau pengurus KUB setempat. Jadi, jangan berkecil hati, Tuhan selalu hadir lewat orang-orang yang berniat baik kepada kita semua. Kalau masih ada bantuan, pintu terbuka dan kami siap menerimanya,” ungkap Romo Krispinus.

Pada tempat yang sama, Ketiua DPS St. Kristoforus Matani, Dr. Karolus Kopong Medan,SH,M.Hum menyampaikan terima kasih banyak atas kepedulian semua pihak termasuk keluarga Bapak Dan Markus, Ibu  Vivi, Vinsent dan Nikko di Texas, Amerika Serikat bersama keluarganya yang berada di Kupang, Bapak Edi Ismail, Ibu Elisabet, Bapak Tian Ragu, Ibu Chintya dan Ibu Mery.

Baca juga :  Masyarakat Boleng Kesulitan Jaringan Telepon dan Internet

“Atas nama seluruh umat di Stasi St. Kristoforus Matani, saya  menyampaikan banyak terima kasih atas kepedulian bapak dan ibu untuk hadir di stasi kami memberikan bantuan Sembako kepada umat yang ada di sini,”ucapnya.

Sekedar diketahui, jumlah umat di Stasi  St. Kristoforus Matani  sudah mendekati 2.500 jiwa dengan jumlah kepala keluarga (KK) mendekati 500 KK dan sebagian besar umatnya berprofesi sebagai tukang, petani, sopir, dan ojek.

Wakil Ketua II DPS St. Kristoforus Matani, Petrus P. Moron ketika menyerahkan bantuan Sembako kepada umat di Kapela St. Kristoforus Matani, Minggu (25/4/2021)

“Karena itu, kehadiran bapak dan ibu di stasi kami merupakan langkah yang tepat sasaran karena keluarga-keluarga di sini kondisi ekonominya di bawah standart.  Diperparah lagi ketika kemarin dilanda bencana badai  siklon tropis seroja,” ujarnya.

Sementara itu, Edi Ismail, yang mewakili keluarga Dan Markus, Vivi, Vincent dan Nikko dari Texas AS mengakui, kehadiran dirinya bersama beberapa keluarga lain di tempat itu hanya merupakan perpanjang tangan dari keluarga Dan Markus.

“Kami hadir di sini sebagai perpanjangan tangan, dari saudara kami Dan Markus di Texas AS . Beliau ini adik dari istri saya. Kita semua mengalami badai yang sama.  Saya punya rumah juga sekitar 15 lembar seng terbongkar ketika badai siklon tropis seroja saat itu. Namun,  kami sudah perbaiki kembali secara gotong royong dengan warga setempat,” tutur Edi.

Baca juga :  Pemprov Jateng Bantu Para Korban Bencana Alam di NTT

Menurut dia, apa yang terjadi hari ini adalah gerakan roh kudus.  Bantuan yang diberikan itu selain dari keluarga Bapak Dan Markus di Texas AS  juga dari teman-teman  alumninya bersama rombongan tour dengan istrinya saat ke Flores dan konsultan.

“Nilainya tidak seberapa, tetapi yang dilihat adalah niat baik kemanusiaan untuk membantu sesama saudarannya yang tertimpa bencana,” pungkasnya. (red)

Komentar