Romo Erik : “Minggu Palma Mengajak Kita untuk Menjadi Pembawa Damai Bagi Sesama”

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Minggu Palma menandakan permulaan pekan suci sebelum paskah. Dalam peringatan Minggu Palma, umat diajak untuk merenungkan kisah sengsara Tuhan Yesus.

“Dalam Minggu Sengsara ini, selaku orang-orang yang beriman, orang-orang yang percaya kepada Tuhan kita Yesus Kristus, kita semua diajak untuk senantiasa mengimani Tuhan kita Yesus Kristus. Kita diajak untuk tidak lari dari salib-salib kehidupan kita. Kita semua diajak bertahan untuk mengimani Tuhan. Terlebih kita diajak untuk menjadi pembawa damai bagi sesama,”demikian RD.Erik Fkun dalam khotbahnya pada Hari Raya Minggu Palma di Gereja St. Kristoforus Matani, Minggu (28/3/2021).

Minggu Palma, sebuah peringatan masuknya Yesus ke Kota Yerusalem dengan menunggang seekor keledai yang disambut lambaian daun Palma di tangan  oleh orang-orang Yerusalem sebelum Ia dikorbankan dan bangkit kembali sesuai kepercayaan umat Kristiani.

Baca juga :  NTT Juara Umum API V 2020

“Makna Minggu Palma  yang kita ambil adalah tentang peristiwa, litani dan penjelmaan Tuhan kita Yesus Kristus sampai pada wafat dan kematian-Nya di Kayu Salib. Litani Yesus, dan penderitaan Yesus dimulai hari ini (Minggu Palma,28/3/2021,red). Sorakan gembira yang dihadirkan orang-orang Yerusalem sektika itu pula berubah menjadi sorakan hinaan,”kata Romo Erik.

“Perjalanan kesengsaraan Yesus semata-mata untuk menjalin kembali relasi kita yang telah rusak dan kusam bersama Tuhan dan sesama. Yesus sendiri mencari relasi daripada prestasi. Ia rela berkorban daripada  memperoleh kekuasaan. Kita semua orang Kristiani diajak untuk merenungkan dan mengenal Yesus lebih dalam melalui mata batin kita, dan melalui keseharian  hidup kita.  Misteri keselamatan terjadi karena korban dan diperlukan kejernihan hati untuk dapat memahami misteri penderitaan Kristus,” ungkap Romo Erik.

Baca juga :  Restorasi Pertanian NTT Melalui TJPS

Seperti disaksikan media ini, Misa Minggu Palma di Gereja St. Kristoforus Matani berlangsung selama dua kali, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mengukur suhu tubuh, mencuci tangan dan menjaga jarak. (red)