Wagub NTT : “ Kami Semua Bertekad Menuju Zero Stunting”

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Josef A. Nae Soi, MM mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT akan terus berupaya menekan angka stunting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan generasi penerus sebagai sumber daya manusia yang baik, berkualitas, dan unggul.

Hal itu disampaikan Wagub Nae Soi saat menjadi Keynote Speaker dalam Webinar Nasional  dalam rangka pengabdian pada masyarakat  dengan topik  “NTT Bangkit Menuju Zero Stunting” yang berlangsung, Senin  (15/3/2021).

“Menuju zero stunting ini adalah tantangan kita dalam menjawab masalah stunting itu sendiri. Ini adalah cita-cita dan tujuan kita bersama, baik pemerintah dan masyarakat agar saling bersinergi untuk mengatasi masalah stunting sesuai sasaran yang tepat. Kita semua bertekad untuk menuju zero stunting,” tandas Wagub Nae Soi.

Baca juga :  Wagub Nae Soi Minta Hivos Bersinergi dengan Program Pemda

“Saya membicarakan kaitkan dengan visi dan misi pemerintahan saat ini yaitu NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera dalam bingkai NKRI. Mengapa kita gunakan kata bangkit karena kondisi kita di NTT yang masih tertinggal.  Maka dari itu harus dibawa menuju kemajuan bersama dimana dengan pengelolaan sumber daya alam bagi masyarakat untuk penanganan stunting,” ujarnya lagi.

Sumber daya alam NTT ini, menurut dia, sangat kaya dan juga sebagai aset. Aset jangan dibiarkan begitu saja melainkan harus dikelola dengan baik untuk menunjang kesejahteraan, terutama dalam penanganan masalah stunting.

“Salah satu cara kami menekan stunting adalah dengan pengembangan tanaman kelor yang memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk dikonsumsi sehingga dapat mendukung asupan gizi bagi masyarakat yang terkena stunting,” ungkap Wagub Nae Soi.

Baca juga :  Tiba di Kupang, Danrem 161/Wira Sakti Disambut Wagub NTT

Saat ini,  kelor NTT terus dikembangkan dengan pengembangan 50 juta pohon kelor hingga Tahun 2023, meningkatkan produksi dan mutu kelor, memperkuat pengembangan petani kelor, memfasilitasi kemitraan petani/produsen kelor dengan industri hilir agar tercipta rantai pasok yang berkelanjutan, mengembangkan kelor NTT untuk semakin dikenal luas di pasar domestik maupun mancanegara, menjadikan kelor sebagai komoditas unggulan dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,paparnya. (red/*)