Pater Berto Junior : Frater Karlos Kebo Unggul dari Semua Rekannya

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Di mata Pater Bertolomeus Bolong, OCD Junior, almarhum Frater Karlos Kebo (24), yang mengakhiri jalan hidupnya dengan cara menggantung diri di Biara Karmel San Juan (OCD),Penfui Kupang, Minggu (7/3/2021) pagi adalah salah satu kader terbaik masa depan OCD Karmel.
Almarhum Frater Karlos Kebo (24) asal Bajawa, Kabupaten Ngada ini mengakhiri jalan hidupnya dengan cara menggantung diri dengan seutas tali nilon di pohon kedondong dekat lapangan Biara Karmel San Juan, RT 13 B, RW 04, Dusun 02, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ditemukan, Minggu (7/3/2021) pagi.
Almarhum yang sudah menduduki tingkat II semester IV ini adalah pejuang yang luar biasa. “Orangnya sangat periang, suka cita dan unggul dalam segala aspek, mulai dari aspek kepridian, intelektual, spiritual, kehidupan komunitas dan juga aspek pastoral itu unggul dari teman-teman yang lain. Itu yang saya tahu tentang dia (almarhum),” kisah Pater Berto Junior kepada media ini di Biara Karmel San Juan Penfui Kupang, Minggu (7/3/2021).
Dari sisi kedisiplinan, almarhum ini juga dikenal sangat disiplin, dimana tugas-tugas yang diberikan oleh komunitas dia melaksanakan dengan baik. Bagi Pater Berto Junior, Frater Karlos menjadi teladan bagi orang lain, khususnya di angkatannya.
Sebagai Imam, yang ditugaskan untuk mendampingi para frater di Filsafat Karmel San Juan (OCD) Kupang, Pater Berto Junior mengetahui persis kemampuan almarhum. Dari hasil pendampingannya setiap bulan kepada para frater, Pater Berto Junior melihat kepribadian, intelektual, spiritual, kehidupan komunitas, dan pastoral dari sosok almarhum Frater Karlos sangat bagus.
“Hasil penilaian saya, almarhum sangat unggul dari teman-teman lainnya. Saya bilang, engkau (almarhum) ini salah satu bibit atau calon OCD masa depan yang unggul. Saya bilang, kau tinggal pertahankan apa-apa yang menjadi kelebihan engkau untuk tetap dipertahankan karena itu menjadi modal untuk engkau kembangkan ke depan,”kisah Pater Berto Junior.
Menjelang kepergian almarhum untuk selamanya itu, Sabtu (6/3/2021) setelah makan siang, almarhum dan beberapa rekan fraternya bersama Pater Konstantinus Lado pergi membeli beras di Pasar Oesao, Kabupaten Kupang sekaligus pergi ke kebun milik Biara Karmel San Juan Kupang di Naunu untuk menanam anakan nangka yang belum ditanam.
“Saat menanam anakan nangka di kebun itu, almarhum sempat menyatakan kepada rekan-rekan fraternya, ayo kita tanam ini baik-baik dan merawatnya dengan baik, supaya kalau kita sudah menjadi imam ada kenangan, ini yang saya tanam. Kalau pun tidak menjadi imam, tetap ada kenangan pohon nangka di kebun Naunu ini,” cerita Pater Berto Junior.
Setelah pulang ke Biara Karmel, Sabtu (6/3/2021) petang, seperti biasanya mereka makan bersama. Setelah makan bersama, dilanjutkan dengan rekreasi bersama, yaitu main kartu, main catur, main gitar, musik, dan karaoke.
Sabtu (6/3/2021) malam itu, lanjut Pater Berto Junior, almarhum masuk dalam kelompok I Bidang Akademik. Mereka sudah menyiapkan satu makalah dengan tema “Krisis Iman Di Tengah Pandemi” untuk persiapan webinar spritual yang seyogyanya dilaksanakan Minggu (7/3/2021) jam 08.00 pagi, atau setelah misa. Makalahnya sudah disusun dan sudah dilakukan simulasi di ruang akademik.
Karena diikuti oleh banyak orang, maka Pater Berto Junior mengingatkan kelompok almarhum untuk menyiapkan sebaik-baiknya, dan dalam diskusi itu, almarhum bertugas di bidang power pointnya.
Setelah simulasi makalah, dilanjutkan dengan latihan koor di dalam Kapela Biara Karmel yang diikuti almarhum bersama rekan-rekan fraternya dan semuanya berjalan normal. Setelah latihan koor, mereka semua kembali ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat malam.
Karena aturan di biara, tepat pukul 23.00 Wita (jam 11.00 malam) adalah jam istirahat malam. Pada jam istirahat malam, menurut Pater Berto Junior, semua lampu di ruang kerja, ruang perpustakaan dan ruang kerja para frater dipadamkan, kecuali di lorong-lorong tetap menyala sampai pagi.
Minggu (7/3/2021) jam 05.30 para frater bangun mandi untuk persiapan misa jam 06.00 pagi di Kapela OCD Karmel. Saat misa Minggu (7/3/2021) pagi itu, ada frater yang sempat menanyakan almarhum Karlos, karena biasanya setiap pagi dia (almarhum) datang misa lebih awal, tapi pagi itu tidak kelihatan.
Misa Minggu (7/3/2021) pagi itu dipimpin oleh Pater Bertolomeus Bolong,OCD Senior. “Saya sendiri kebetulan tidak mengikuti misa, karena jadwal memimpin misanya sore hari di Lasiana, maka saya istirahat di kamar saja,” tutur Pater Berto Junior.
Saat Pater Berto Bolong,OCD Senior mengucapkan tanda salib Dalam Nama Bapa, salah satu frater bernama Marsel Rangga mungkin karena merasa panas, dia membuka jendela kapela. Saat Frater Marsel membuka jendela kapela, kebetulan saja tatapan matanya langsung mengarah ke tempat dimana almarhum menggantung diri di sebuah pohon kedondong.
Pada saat itu, Frater Marsel, melihat ada obyek yang mencurigakan dan itu adalah sahabatnya sendiri yaitu almarhum Frater Karlos Kebo. Melihat peristiwa itu, semua frater dan Pater Berto Bolong,OCD Senior juga ikut keluar melihat almarhum yang saat itu dalam kondisi gantung diri di pohon kedondong.
“Lalu, ada satu Frater Ano Darma pergi memberitahukan kepada saya, karena saya yang bertanggungjawab dengan mereka. Saya masih di kamar, Frater Ano Darma memanggil saya, pater e, pater e sambil menangis. Lalu saya jawab dari dalam kenapa? Saya jadwalnya misa sore, tapi Frater Ano tetap memanggil pater e, pater e, lihat dulu di pinggir lapangan Biara Karmel OCD. Saya langsung keluar dari kamar, menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dimana almarhum menggatung diri. Saya panik, bingung, cemas, karena orang yang saya lihat baik kok bisa terjadi seperti ini. Lalu, saya mengambil handphone (HP) menelpon adik saya yang polisi, untuk meminta nomor Polsek Tarus, dan pada saat itu juga Pater Abdul sudah siap menuju Polsek Tarus untuk melaporkan kejadian tersebut,” urainya.
Beberapa saat kemudian, anggota polisi dari Polsek Tarus bersama Babinsa dari anggota TNI tiba di Biara Karmel dan langsung memasang polici line di TKP. “Polisi juga sudah meminta keterangan dari saya, tetapi saya tidak tahu apa motifnya sehingga almarhum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri seperti itu,” tukasnya.
“Namun, kesimpulan sementara dari hasil pemeriksaan dokter Kepolisian Rumah Sakit Bhayangkara Kupang di TKP yang menjelaskan di hadapan polisi dan saya saat itu, bahwa almarhum mati murni bunuh diri,” terang Pater Berto Junior.
Almarhum sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang untuk di autopsi, dan dilakukan formalin. Minggu (7/3/2021) sore jenazah almarhum Frater Karlos Kebo sudah diantar kembali ke biara untuk disemayamkan di dalam Kapela Karmel San Juan Kupang.
Menurut rencana, almarhum Frater Karlos Kebo akan dimakamkan pada Senin, 8 Maret 2021 di Biara Karmel San Juan Kupang, yang lokasi pemakamannya sekitar 2 meter dari TKP almarhum menggantung diri.
Terhadap peristiwa itu, Pimpinan Umum Biara Karmel San Juan Kupang sudah memberitahukan kepada orangtua kandungnya di Bajawa, dan menurut rencana, Senin (8/3/2021) orangtua kandungnya akan datang ke Kupang. (red)