Rakernas FKPT Perkuat Semangat Perangi Covid-19 dan Radikalisme

LABUAN BAJO,NTT PEMBARUAN.com – Deputi Bidang Pencegahan,  Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT,  Mayjen TNI Hendri Prauhuman Lubis,  menegaskan komitmen dan tekad dari seluruh peserta Rakernas FKPT VIII di Labuan Bajo,  Manggarai Barat untuk menjaga dan merawat Indonesia harus bebas dari Radikalisme dan Terorisme, dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

Hal tersebut disampaikannya Hendri Lubis  saat menutup Rakernas FKPT VIII di Labuan Bajo, Rabu (3/3/2021).  Rakernas FKPT VIII  yang telah berlangsung sejak 2 Maret 2021 itu  diikuti 32 Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)  dari seluruh Indonesia.

“Sumbangan pemikiran cerdas yang dihasilkan pada forum ini harus memberi kontribusi nyata kepada seluruh masyarakat Indonesia, sehingga dapat selamat dari dua virus mematikan saat ini,  yaitu Covid-19 dan Radikalisme,” tandas Hendri Lubis .

Tantangan kedepan semakin kompleks,  harus memacu semua komponen bangsa untuk meningkatkan kerja sama,  membangun jaringan di semua lini,  baik offline maupun online,  sehingga di tengah segala keterbatasan aktifitas dalam memerangi terorisme dan radikalisme harus bisa menjangkau semua lapisan masyarakat.

Lebih  lanjut, Hendri Lubis  mengatakan, bahwa hasil survey tahun lalu,  didapati bahwa potensi radikalisme terus menurun dari tahun ke tahun.  Trend  positif tersebut,  janganlah membuat kita lengah,  namun harus meningkatkan kewaspadaan.  Potensi radikalisme cenderung lebih tinggi di kalangan perempuan,  masyarakat urban dan generasi yang lebih muda serta pada mereka yang aktif mencari dan menyebar konten keagamaan di internet dan sosmed.

Baca juga :  Kapolri Instruksikan Seluruh Polda Berantas Aksi Premanisme

Radikalisme terhadap kaum perempuan merupakan fenomena terbaru,  dimana perempuan sekarang tidak hanya menjadi korban,  tetapi menjadi pelaku aksi terorisme,  seperti yang terjadi di Surabaya dan Sibolga.  Tantangan inilah yang harus direspon dengan cepat oleh FKPT dengan membentuk bidang khusus perempuan dan anak pada FKPT.

Sementara itu, Ketua FKPT NTT,  Johana E.  Lisapaly,  SH,  M.  Si mengatakan,    hal ini membuktikan bahwa NTT sebagai Nusa Terindah Toleransi yang sementara dibenahi dan didandani menjadi New Tourism Territory, menjadi tempat yang sangat aman dan nyaman untuk dinikmati, apalagi saat ini,  khusus di Labuan Bajo,  sebgai destinasi super premium tengah dipersiapkan dengan maksimal agar dapat sukses menjadi tuan rumah KTT G-20 dan ASEAN Summit 2023.

Baca juga :  Belum Tindak Aksi Premanisme, Kapolri : “Saya Akan Tegur Kapolda dan Kapolres”

Suksesnya penyelenggaraan Rakernas kali ini, menurut dia, menjadi salah satu modal dan kekuatan untuk makin memantapkan kesiapan NTT sebgai tuan rumah pada berbagai event berkelas dunia.  Ini juga memastikan bahwa Indonesia pada umumnya sangat aman untuk menyukseskan agenda akbar dunia tersebut.

Pemerintah Provinsi NTT sendiri telah, lanjunya lagi,  secara tegas menolak radikalisme dan terorisme yang ada di bumi Flobamorata,  karena hal ini akan menghambat proses pembangunan di NTT.

Lebih jauh, Mantan Penjabat Walikota Kupang ini mengatakan bahwa Pemprov NTT telah membentuk FKPT sejak 2015 dan telah menyusun sebuah model kebijakan untuk memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur pancasila yang didasarkan pada kearifan lokal, serta berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat disinergikan dengan upaya pencegahan terorisme di NTT,  agar visi NTT Bangkit dan NTT Sejahtera dapat terwujud.

Direktur Pencegahan  Deputi I BNPT,  Brigjend Pol.  Ahmad Nurwahid  pada kesempatan itu juga dengan tegas  menentang paham radikalisme dan terorisme di Indonesia.  “Indonesia harus benar-benar bebas dari terorisme agar aman dan maju,  hal ini dapat dicapai melalui kolaborasi untuk Indonesia sesuai dengan tema Rakernas FKPT VIII”, ungkap pria berdarah Jogja lulusan Akpol 1989 ini.

Baca juga :  Belum Kantongi Izin, Mesin Incinerator di Mabar Belum Difungsikan

Ketua Panitia Rakernas,  Moch.  Chairil Anwar,  SH,  yang juga Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat  BNPT,  menyampaikan bahwa kegiatan Rakernas ini diikuti oleh 192 peserta dari 32 provinsi di Indonesia dibagai dalam tiga kelas virtual, masing-masing bertempat di Hotel La Prima,  Bintang Flores dan Jayakarta.

Selama Rakernas  telah melakukan 6 kegiatan  yang menyangkut Bidang Media Massa,  Bidang Hukum dan Humas,  Bidang Perempuan dan Anak,  Bidang Pemuda dan Pendidikan,  Bidang Agama,  Sosial dan Budaya,  Bidang Pengkajian dan Penelitian. (humasntt/red)