MBAY, NTT PEMBARUAN.com -Suku Mbare menyerahkan sebidang tanah kepada Polres Nagekeo yang berlokasi  di Kelurahan Towak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo , Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (18/2/2021.

Proses penyerahan dilakukan secara ritual adat di Rumah Ngandung dan dilanjutkan dengan proses ritual adat di lokasi penyerahan untuk mengukuhkan tanah yang diserahkan ke Polres Nagekeo secara budaya Suku Mbare.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Suku Mbare, Elias Pita bersama keluarga besar Suku Mbare, Kapolres Nagekeo, AKBP Hendrik A. Fai, SH,MH, bersama jajarannya, Lurah Towak, Benediktus Kristoforus Rani, Pastor Kuasai Paroki St. Yohanes XXIII Wewoloe, Rd. Dominggus Buu Nuka.

Penyerahan tanah yang dilakukan Suku Mbare kepada Polres Nagekeo dilandasi oleh kebutuhan akan tanah untuk persiapan pembangunan Polsek.

Baca juga :  Satlantas Polres Mabar Bersama KMPK Kupang Sosialisasi PPKM di Tengah Pandemi Covid-19

Kapolres Nagekeo, Hendrik A. Fai, SH,MH mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Suku Mbare yang dengan ketulusan menyerahkan sebidang tanah kepada institusi Polri dalam hal ini Polres Nagekeo.

“Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat, khususnya dari masyarakat Suku Mbare untuk mendukung kegiatan-kegiatan institusi kepolisian khususnya Polres Nagekeo,” ujar Kapolres Hendrik.

Pada tempat yang sama, Elias Pita, Ketua Suku Mbare menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Nagekeo dan segenap jajarannya.  Kata dia, penyerahan tanah itu sebagai wujud  dukungan kepada Polres Nagekeo.

Penyerahan ini juga, lanjut dia, untuk memberikan pendidikan budaya kepada masyarakat yang berbudaya di Kabupaten Nagekeo, khususnya di Kecamatan Aesesa bahwa kalau sudah diserahkan jangan dipersoalkan kembali di kemudian hari.

Baca juga :  Gerai Vaksin Presisi Polres Mabar Hadir di SMPN 1 Komodo

“Tanah ini, kami serahkan secara tulus kepada Polres Nagekeo untuk dapat digunakan dengan baik untuk kepentingan masyarakat Nagekeo dan kemaslahatan masyarakat. Saya tegaskan kepada keluarga Suku Mbare dan siapa saja untuk tidak menghalang- halangi penyerahan tanah ini karena untuk kepentingan masyarakat Nagekeo. Siapa saja yang mencoba menghalangi akan berhadapan dengan Suku Mbare dan leluhur,” tegas Elias. (mat)