KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Mantan Walikota Kupang, Jonas Salean,SH,M.Si dituntut 12 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi yang merugikan negara dalam kasus pembagian aset tanah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Hendrik Tiip,SH didampingi rekannya, Emerensiana Jehamat,SH dalam sidang yang dipimpin majelis hakim, Ari Prabawo,SH didampingi dua anggota hakim masing-masing, Nggilu Liwar Awang,SH dan Ibnu Kholiq,SH yang dihadiri terdakwa, Jonas Salean,SH,M.Si bersama tim kuasa hukumnya, Benyamin Rafael,SH dan Alexander Tungga,SH di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Senin (15/2/2021).

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Polres Manggarai Barat Ikut Pelatihan 3T

Selain dituntut 12 tahun penjara, terdakwa Jonas Salean juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 1 miliar, subsidair 6 bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 750 juta.

Dalam tuntutan JPU, terdakwa Jonas Salean terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU RI Nomor : 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor : 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor : 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (red)