RUTENG, NTT PEMBARUAN.com- Kepala SMA Santu Klaus Kuwu, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Romo Ansi Syukur,Pr kepada media ini, Minggu (14/2/2021) mengabarkan, 23 siswanya plus 2 orang guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, saat ini kondisinya sudah  mulai pulih dan sehat-sehat.

“Mereka semua dikarantina di sekolah selama dua minggu, dan saat ini kondisinya sudah mulai pulih sambil menunggu rapid test antigen ulang lagi yang dijadwalkan tanggal 23 Februari 2021 mendatang,” kata Romo Ansi.

23 siswa yang dikarantina itu meliputi, kelas XII sebanyak 1 orang, kelas XI sebanyak 21 orang dan  2 orang guru. Untuk mencegah penularannya di lingkungan sekolah, pihak sekolah bersama yayasan telah melakukan beberapa langkah-langkah.

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Mabar Sudah Mencapai 4.443 Orang

Pertama, terus melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit St.  Rafael Cancar untuk melakukan rapid test antigen kepada siswa yang menderita flu dan batuk, kedua,meliburkan siswa yang sehat dan ketiga, menyediakan tempat karantina untuk siswa yang terpapar.

Keempat, melakukan koordinasi dengan Puskesmas Wae Mbeleng untuk penanganan lebih lanjut, kelima, melakukan koordinasi dengan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan  Covid-19 Kabupaten Manggarai untuk menelusuri siswa yang terlanjur dipulangkan untuk memutus rantai penyebaran.

Menurut rencana, Senin, 15 Februari 2021 besok, semua guru yang mengajar di SMA St. Klaus Kuwu akan dilakukan rapid test antigen.

Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa mengatakan, berdasarkan hasil rapid test antigen, 23 siswa SMA St. Klaus Kuwu, 1 orang pembina asrama, satu orang guru terkonfirmasi positif Covid-19.

Para siswa itu dilakukan rapid test antigen setelah ada laporan dari pembina asrama kepada kepala sekolah dan pihak yayasan terkait keluhan beberapa siswa yang sakit dan mengalami gejala demam, batuk, pilek, serta hilangnya rasa pada indra penciuman.

Baca juga :  Tingkat Kecamatan Lamba Leda Utara, Puskesmas Weleng dan Desa Satar Padut Juarai I Lomba Kreasi

Berdasarkan laporan itu, Kepala SMA St. Klaus dan pihak yayasan berinisiatif melaporkan dan meminta bantuan pihak  Rumah Sakit St. Rafael Cancar dan Puskesmas Wae Mbeleng untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan rapid test antigen terhadap beberapa anak asrama yang sakit tersebut pada hari Selasa, 9 Februari 2021.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan dan rapid test  antigen terhadap 23 orang siswa ,satu orang pembina asrama, dan satu orang guru itu terkonfirmasi positif Covid-19.  Saat ini, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai sedang menelusuri penyebab awal penularannya. (red/*)