Dilantik, BP PERMMABAR Kupang Periode 2020/2021

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Badan Pengurus Persatuan Mahasiswa Manggarai Barat ( BP PERMMABAR) Kupang periode 2020/2021 telah dilantik secara virtual melalui aplikasi zoom meeting  yang diikuti 50 partisipan di Sekretariat PERMMABAR Kupang,Jl. Piet A. Tallo RRS Oesapa Blok N Nomor 10 Kupang, Sabtu (13/2/2021).

Ketua Panitia Pelantikan  BP PERMMABAR) Kupang, Kaspar Tatul dalam laporannya menyampaikan bahwa PERMMABAR Kupang merupakan organisasi pengkaderan dan perjuangan yang berlandaskan kekeluargaan terus melakukan pembenahan secara struktural untuk menemukan produk mutlak dalam agenda politik organisasi.

Atas dasar itu, pergeseran tongkat estafet kepemimpinan adalah agenda penting untuk menjawab segala bentuk kebutuhan organisasi. Thema yang diusung dalam pelantikan tersebut adalah “Menakluk Tantangan”.

Sementara itu, Ketua Umum PERMMABAR Kupang periode 2020/2021, Ephy Staren dalam pidatonya menyampaikan bahwa konsep pelantikan secara virtual ini adalah salah satu bentuk kesadaran untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 juga sebagai upaya penyesuaian diri terhadap situasi dan perkembangan teknologi.

Baca juga :  Tahun 2021, Satker PJN Wilayah I NTT Kerjakan 9 Paket Jalan Nasional

“Tantangan hari ini bukan menjadi alasan untuk berhenti, namun tantangan ini dijadikan sebagai peluang untuk melakukan terobosan-terobosan baru yang bermanfaat bagi pengembangan diri kaum muda dan masyarakat secara umum. Dalam kepengurusan kali ini, saya bersama teman-teman kepengurusan akan berusaha semampu kami untuk tetap mempertahankan eksistensi dan kejayaan PERMMABAR dalam situasi dan kondisi apapun kedepan lewat berbagai kegiatan-kegiatan yang produktif sesuai kebutuhan organisasi,” paparnya.

Ephy yang juga Wakil Sekjen PMKRI Cabang Kupang ini mengatakan, PERMMABAR Kupang akan selalu siap mengkawal segala bentuk kebijakan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) yang tidak pro rakyat.

Kepada Pemkab Mabar, ia berharap, agar segala bentuk pembangunan di Mabar bukan hanya berfokus pada pengembangan potensi pariwisata, tetapi juga meningkatkan basis ekonomi masyarakat, terutama para petani.

“Saya mendengar keluh kesah dari masyarakat Mabar bahwa ada indikasi terjadi penyelewengan pendistribusian pupuk ke daerah itu. Kami minta kepada Pemkab Mabar dan dinas terkait agar memperketat pengawasan barang bersubsidi sampai di tangan konsumen,”tandasnya.

Baca juga :  Pemerintah Daerah Diminta Siapkan Lahan Relokasi Korban Bencana Alam

Senada dengan itu, Mantan Ketua Umum PERMMABAR Kupang periode 2019/2020,  Gery Saputra menyampaikan kepada BP yang baru dilantik untuk tetap konsisten dalam mengawal perjuangan-perjuangan dari masyarakat Manggarai Barat.

Ia berharap, agar PERMMABAR Kupang tetap menjaga soliditas serta menjadi mitra kerja kolektif untuk mengembangkan potensi-potensi diri agar lebih produktif dalam menyikapi krisis multi aspek hari ini.

Esto Ance, salah satu senior PERMMABAR Kupang mengingatkan kepada pengurus baru untuk mampu menyesuaikan diri dengan keadaan, terutama pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Sebagai organisasi perjuangan, kami tetap berharap kepada kepengurusan baru PERMMABAR harus tetap eksis dengan terus merespon dan mengkawal pembangunan. Hal yang paling krusial yang harus diperhatikan oleh mahasiswa Manggarai Barat saat ini adalah masalah aset tanah milik Pemda Mabar yang diperjualbelikan, masalah pembangunan sarpras geopark di wilayah konservasi TNK, dan masalah distribusi pupuk yang merugikan para petani,”pesan Ance.

Baca juga :  Dekranas Buka Peluang Kerja Sama Jembatani UMKM Promosikan Kerajinan Nasional Lewat Platform Digital

Yoakim Abi, salah satu Alumni PERMMABAR Kupang mengatakan, teknologi saat ini menjadi media alternatif.  “Di sisi lain, teknologi juga menjadi tantangan, selain karena kita disuguhkan oleh kemudahan secara intelektual, skill dan melahirkan karakter instan juga dapat menghilangkan karakter, semangat juang dan kerelaan berkorban kita,”pungkasnya. Abi berharap, semua anggota PERMMABAR Kupang harus menjadi pejuang seiring dengan penerapan protokol kesehatan.  “Masker untuk menutup mulut bukan berarti suara kita dibungkam, jaga jarak bukan berarti mengambil jarak dengan persoalan masyarakat, dan mencuci tangan bukan berarti sebagai upaya pembersihan diri dari peran kita sebagai mahasiswa,”ungkapnya secara filosofi organisasi. (red/*)