Bupati Mabar Diperiksa Selama 9 Jam di Kejati NTT

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dula diperiksa selama 9 jam di Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) , Senin (18/1/2021).

Ia diperiksa sejak jam 10.00 Wita sampai dengan pukul 18.55 Wita dalam kapasitas sebagai tersangka dan saksi dalam kasus jual beli aset  tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar seluas 30 hekter yang  diduga merugikan negara kurang lebih sebesar Rp 1,3 triliun itu.

Ali Antonius,SH, kuasa hukum, Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula kepada wartawan di Kejati NTT, Senin (18/1/2021)  mengatakan kliennya diperiksa hampir 9 jam dari jam 10.00 Wita sampai dengan pukul 18.55 Wita sebagai tersangka dan saksi untuk 15 tersangka lainnya dalam kasus jual beli aset  tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar seluas 30 hekter.

Baca juga :  Ruang Mayat RSD Aeramo Dipenuhi Kotoran Kambing

Dalam pemeriksaan kliennya, menurut Ali,  jaksa penyidik menggunakan diksi bahwa aset negara terdiri dari aset yang tercatat dan aset yang tidak tercatat. Untuk tanah seluas 30 hektare itu disebutkan sebagai aset negara tidak tercatat.

“Saya baru dengar istilah aset negara tercatat dan tidak tercatat. Yang kita kenal adalah  aset bergerak dan aset tidak bergerak,” sebutnya.

Dalam kasus ini, Tim Penyidik Kejati NTT telah menetapkan 16 tersangka. Dari 16 tersangka itu, 14 tersangka sudah ditahan di rumah tahanan negara (Rutan) Penfui Kupang, sedangkan dua tersangka lainnya, yakni Veronika Syukur belum ditahan karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Khusus untuk Bupati Mabar, Gusti Ch Dula  belum ditahan karena sampai dengan Senin (18/1/2021) penyidik belum mengantongi surat izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). (ade)