Penjualan Aset Tanah di Mabar Seret 16 Tersangka

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-Kasus dugaan tindak pidana korupsi penjualan aset tanah negara seluas kurang lebih 30 hektar  di Kerangan, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menyeret 16 tersangka.

“Pada hari ini (Kamis,14/1/2021,red), Tim Penyidik Kejati NTT telah menetapkan 16 tersangka dalam kasus penjualan aset tanah negara seluas kurang lebih 30 hektar  di Kerangan, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,” tandas Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Dr. Yulianto,SH,MH kepada wartawan di Kejati NTT, Kamis (14/1/2021) petang.

Dari 16 tersangka tersebut, yang telah dilakukan penahanan oleh Tim Penyidik Kejati NTT sebanyak 13 orang. Sementara yang belum dilakukan penahanan sebanyak 3 orang dengan inisial ACD, Bupati Mabar.

“Kenapa yang bersangkutan belum dilakukan penahanan karena kita tunduk dan patuh kepada izin-izin yang berlaku. Penegakan hukum itu tidak boleh dilakukan dengan cara-cara melanggar hukum. Atas pertimbangan itu, maka yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun belum dilakukan penahanan karena masih menunggu izin dari Mendagri,” terang Kajati Yulianto.

Baca juga :  Besok, Masa Jabatan Bupati dan Wabup di 9 Kabupaten di NTT Berakhir

 

Tersangka lainnya yang belum ditahan berinisial VS, karena sesuai hasil pemeriksaan dokter, yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19.  Sehingga tersangka ini untuk sementara tinggal di Labuan Bajo. Kemudian, tersangka atas nama A alias U, hingga saat ini belum tertangkap, dan sementara diupayakan untuk dilakukan penangkapan.

Dikatakannya, 16 tersangka itu adalah orang-orang yang dianggap paling bertanggungjawab terhadap peristiwa tindak pidana korupsi tersebut dan penyidik telah menemukan 2 alat bukti permulaan  sebagaimana diatur dalam pasal 183 KUHAP.

Kemudian penyidik juga melakukan penahanan 13 tersangka karena telah menemukan alasan obyektif maupun subyektif untuk dilakukan penahanan sebagaimana diatur dalam pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Baca juga :  Arjuna Minta Kejari Ngada Tuntaskan Kasus Pengadaan Masker dan Hand Sanitizer di Nagekeo

“Terkait kasus itu, tim penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 102 orang saksi. Kami juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang ahli yang sangat berkompeten sesuai bidangnya masing-masing. Penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang, aset tanah, dan 2 bangunan hotel di Labuan Bajo,” sebut Yulianto.

“Tentunya, dengan penyidikan ini, ada pintu masuk buat Kejati NTT untuk menyelesaikan persoalan-persoalan agraria yang terjadi di Mabar. Kami tetap mengedepankan dalam proses penyidikan tindak pidana korupsi ini bagaimana mengembalikan kerugian keuangan negara, seperti aset tanah juga sudah dilakukan penyitaan. Artinya, bahwa secara pruden perkara ini asetnya pun sudah kita berhasil sita, sehingga kerugian negara yang timbul sudah dikembalikan,” ujarnya.

Para tersangka saat digiring menuju Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kupang, Kamis (14/1/2021) petang.

Ia menyebutkan,  bahwa proses penahanan ini berjalan di tiga tempat, 10 tersangka ada di Labuan Bajo, yang sudah diterbangkan dengan pesawat Wings Air ke Kupang, Kamis (14/1/2021), 2 tersangka di Kota Kupang dan sudah ditahan.

Baca juga :  Mabes Polri Diserang, Polisi Tembak Mati Terduga Teroris

Sementara, 1 tersangka lagi ditangkap di Jakarta dan menurut rencana, Jumat (15/1/2021) diterbangkan dengan pesawat Batik ke Kupang untuk selanjutnya dijeblos ke hotel prodeo  di Kupang. Tersangka yang ditahan itu berinisial, ET, M, TDKD, AR, A, AN, MD, AS,SM,M, DAP,MN, dan CS dengan indikasi kerugian negara sebesar Rp 1,3 Triliun. (ade)