Kantongi SK Mendikbud, INF Mulai Terima Mahasiswa Baru

MBAY, NTT PEMBARUAN.com- Setelah mengantongi Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Institut Nasional Flores (INF) di Kabupaten Nagekeo mulai menerima mahasiswa baru.

Lembaga yang bernaung di bawah Yayasan Flores Mentari itu telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor : 1074/M/2020 tanggal 08 Desember 2020.

Dasar SK Mendikbud itulah, INF akan menyelengarakan 3 (tiga) Program Studi, yaitu  Ilmu Perikanan Program Sarjana, Ilmu Pertanian Program Sarjana, dan Peternakan Program Sarjana, sebut Ketua Yayasan Flores Mentari, Benisius Pao dalam jumpa pers dengan para wartawan di Mbay, Selasa (12/1/2021).

Penyerahan SK secara resmi dilakukan bersamaan dengan kegiatan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VIII yaitu LL Dikti Award Tahun 2020. Kegiatan ini diikuti oleh perguruan tinggi di lingkup LL Dikti Wilayah VIII yang meliputi Bali, NTB, dan NTT  yang berlangsung di Aula Bima Kantor LL Dikti Wilayah VIII, Kamis, 17 Desember 2020.

Proses penyerahan SK dilakukan langsung oleh Kepala LL Dikti Wilayah VIII,  Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si kepada Ketua Yayasan Flores Mentari, Benisius Pao, SS., M.Pd disaksikan oleh Pembina Yayasan Flores Mentari, Melchior Tibo, S.Sos, dan Kristoforus Meo, SS.

Baca juga :  Presiden Jokowi Tunda Resmikan Bendungan Napun Gete

Benisius mengatakan, Kurikulum yang dikembangkan di INF di bawah naungan Yayasan Flores Mentari, yakni 40 % teori dan 60 % praktikum. Selain kurikulum, tenaga pengajar (dosen) INF memiliki pengalaman dan kualifikasi strata 2 sebanyak 5 orang sesuai dengan program studi yang ditawarkan, sehingga mahasiswa sudah sejak dini dibekali dengan ilmu dan keterampilan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan.

Selain keterampilan/skil, kata dia,  mahasiswa juga mampu memiliki jiwa kreatif dan inovatif. Untuk mendukung hal tersebut maka setiap penilaian yang diberikan kepada mahasiswa 40 % kognitif (pengetahuan) dan 60 % proses serta produk yang dihasilkan mahasiswa sesuai bidang keilmuan yang dipelajari.

Selain itu, INF menghadirkan perkuliahan dengan konsep berwirausaha (entrepreneurship) yang mengajarkan untuk dapat mengidentifikasi ide, konsep, dan strategi baru dalam merencanakan dan mengembangkan sebuah usaha atau bisnis.

Di sini, lanjutnya lagi,   mahasiswa akan ditantang untuk menemukan dan merespon peluang-peluang yang ada dalam berusaha. Konsep perkuliahan ini akan melatih kepekaan dan kemandirian mahasiswa untuk menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha handal. Mahasiswa akan diajarkan mulai dari mencari gagasan, melakukan perencanaan, hingga menjalankan usaha.

Baca juga :  Presiden Jokowi : Kunci Kemakmuran di NTT Adalah Air

Ilmu dasar kewirausahaan mencakup model bisnis, teori inovasi, perencanaan bisnis, penanganan risiko, investasi dan pendanaan, negosiasi, legalitas bisnis, perintisan bisnis, dan pengembangan bisnis menjadi point pembeda dari perguruan tinggi lainnya dalam kurikulum INF.

Penerimaan mahasiswa baru INF akan dilakukan pada gelombang I mulai  08 Februari – 31 Maret 2021 dilanjutkan gelombang II mulai 03 Mei – 30 Juni 2021. Sedangkan, perkuliahan perdana INF akan dilakukan pada tanggal 01 September 2021.

Metode penerimaan mahasiswa baru dilakukan dengan offline yaitu para calon mahasiswa datang langsung ke sekretariatan pendaftaran Jl. Soekarno, depan Rumah Makan Gantoragam, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo dan secara online melalui alamat website INF (www.inf.ac.id).

Visi INF, pada Tahun 2030  menjadi institut unggul di NTT yang mampu berperan aktif dalam pengembangan pertanian terpadu dalam lingkup teknologi rekayasa pangan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Misinya, menyelenggarakan dan mengembangkan program pendidikan tinggi yang profesional, bermutu, kreatif, dan inovatif. Melaksanakan riset untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca juga :  Maret 2021, NTT Alami Deflasi 0,36 Persen

Mengembangkan pusat layanan dan kerjasama inovasi untuk menghasilkan produk terapan di bidang rekayasa pangan yang berdaya saing serta memperkuat manajemen berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam menumbuhkembangkan suasana akademis yang kondusif.

Proses perkuliahan INF untuk sementara akan dilakukan di SMA Stella Maria Marapokot dan SDI Ratedosa. Selanjutnya, dengan adanya masa pandemic saat ini perkuliahan pada INF juga akan dilakukan selain di kelas juga dilakukan secara daring melalui aplikasi e-learning yang disediakan INF.

Selain itu, sebagai penunjang perkuliahan di INF, Yayasan Flores Mentari telah melakukan kerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Apevindo, Charoen Pokhpand, dan Mitra Sinar Jaya. (mat)