KUPANG, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat mengharapkan kepada fasilitator untuk melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19 dengan baik kepada masyarakat di NTT.

Harapan itu diungkapkan Gubernur Laiskodat  saat  menghadiri Pembukaan Pelatihan Tata Laksana Vaksinasi Covid -19 untuk puskesmas dan rumah sakit di  Provinsi NTT, Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB) dan Provinsi Kalimantan Utara yang berlangsung  secara Virtual dari  Ruang Rapat Gubernur NTT, Kamis  (7/1/2021).

Gubernur Viktor mengatakan, pelaksanaan pelatihan tersebut sangatlah penting karena melalui pemerintah masyarakat memberikan kepercayaan dalam menangani Covid-19, agar dapat diselesaikan lewat vaksinasi ini.

“Pelatihan ini merupakan kesempatan yang baik karena dalam setahun kita dihadapkan dengan pandemi sebesar ini, dimana para vaksinator sudah menjadi bagian dalam menentukan kualitas pelayanan secara global. Kepada para vaksinator, saya ingin menyampaikan bahwa kesempatan ini tidak gampang.  Sebab bapak, ibu saudara/i telah diberikan kesempatan untuk menjadi bagian di dalam menentukan kualitas pelayanan secara global”, ujarnya.

Baca juga :  Gubernur VBL Audiens dengan IAI NTT

Karena itu, ia berharap, agar pelatihan seperti ini harus diikuti dengan disiplin yang tinggi karna berhubungan langsung dengan keselamatan manusia. “Kita akan menunjukkan kualitas pelayanan kita terhadap negara-negara lain. Kita menunjukkan bahwa kita mampu mengendalikan bisnis ini secara baik”, pungkas Gubernur.

Pelatihan ini tidak hanya sekedar seremoni, tetapi diikuti secara serius dan  penuh tanggung jawab. “Sebagai Gubernur NTT, saya mengharapkan puskesmas dan rumah sakit yang telah disiapkan untuk vaksinasi tidak terjadi hal – hal yang tidak kita inginkan. Kita tahu bahwa banyak orang yang masih belum memahami bahkan tidak mengerti tentang vaksin ini, sebab itu para vaksinator dan pemerintah harus menjelaskan dan sosialisasikan kepada masyarakat bagaimana manfaat dari vaksin ini agar masyarakat dapat memahami dengan baik dan dapat membawa dirinya untuk divaksin,” pinta Gubernur VBL.

Kepada vaksinator yang akan masuk pada pelatihan, Gubernur  mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan untuk membuktikan bahwa anda salah satu dari manusia di dunia yang melakukan perubahan peradaban.

Baca juga :  Basarnas Berhasil Evakuasi Empat Nelayan di Rote Ndao

“Ini bukan semata – mata melakukan vaksin, tetapi anda salah satu manusia yang ikut berperan dalam sejarah perubahan peradaban di dunia dimana kita terjebak dalam ketakutan besar dengan bencana yang membuat kita sekian tahun terpenjara dengan penyakit ini.  Dengan adanya vaksin ini tentunya ada harapan bagi kita untuk mampu menyelesaikan penyakit ini dengan baik. Didukung dengan tenaga – tenaga yang terampil mau melayani dengan hati, keberanian yang luar biasa untuk menempatkan diri sebagai pejuang dan pahlawan kemanusiaan. Sesuai dengan janji Presiden Jokowi, paling lambat satu tahun seluruh masyarakat Indonesia sudah selesai divaksin,” paparnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (tengah) didampingi Wakil Gubernur NTT, Josef A.Nae Soi ketika menghadiri Pembukaan Pelatihan Tata Laksana Vaksinasi Covid -19 untuk puskesmas dan rumah sakit di  Provinsi NTT, Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB) dan Provinsi Kalimantan Utara yang berlangsung  secara Virtual dari  Ruang Rapat Gubernur NTT, Kamis  (7/1/2021).

Di NTT, lanjut dia, walaupun sekitar dua ribuan yang terjangkit virus ini dengan tingkat kematian sekitar 57 orang memang sangat memprihatinkan, tetapi jika dibandingkan dengan daerah lain, NTT masih termasuk dalam pengendalian resisi secara baik.

Baca juga :  Pemotongan Gaji TKD Alasan Efisiensi Anggaran, Petrus : Ibarat Gatal di Kepala Garuk di Kaki

“Khusus NTT,  kami terus berupaya agar masyarakat tetap stabil dalam keadaan yang baik, aspek kesehatan mereka tetap terjaga sehingga proses kehidupan sosial dapat dilanjutkan untuk mengejar ketertinggalan ekonomi.” harap orang nomor satu di NTT itu.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berjumlah 500 orang, dibagi dalam 5 kelas terdiri dari 1 kelas berjumlah 100 orang, dan semua pelatihan dilaksanakan secara daring.  Peserta dari NTT berjumlah 200 orang , NTB  172 orang, dan  Kalimantan Utara 103 orang. (ade/*)