Puluhan Lahan Pertanian dan Tambak Garam Masyarakat Tonggurambang Terendam Banjir

MBAY, NTT PEMBARUAN.com – Puluhan hektar lahan pertanian dan lahan tambak  garam serta sejumlah ternak milik masyarakat Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo,  Provinsi NusaTenggara Timur, Jumat (1/1/2021)  sekitar pukul 23.00 Wita (jam 11 malam) terendam banjir dari luapan Kali Aesesa. Banjir yang menggenangi puluhan lahan pertanian dan tambak garam  serta sejumlah ternak piaraan warga tersebut akibat intensitas hujan yang cukup tinggi melandai daerah itu.

Luapan banjir dari  Kali Aesesa yang terjadi, Jumat (1/1/2020) malam atau sekitar pukul 23:00 Wita itu menggenangi sekitar 70 hektar lahan pertanian dan 21 hektar lahan tambak garam serta sejumlah ternak masyarakat Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.  Ternak milik masyarakat yang ikut terkena dampak banjir itu, seperti sapi, kambing, domba dan unggas. Akibat banjir itu, diperkirakan kerugian yang dialami masyarakat kurang lebih ratusan juta rupiah.

Baca juga :  Ketua DPRD Kota Kupang Menyampaikan Permohonan Maaf Kepada Umat Katolik

Pantauan NTT PEMBARUAN.com di lokasi kejadian, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, Gusti Pone, Kasat Pol-PP Kabupaten Nagekeo, Muhayan Amir, dan Kepala Desa Tonggurambang, Toa Muallaf, turun langsung meninjau lokasi yang terkena dampak akibat luapan banjir Kali Aesesa.

Melalui pesan WhatsApp, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do berjanji, pada hari Sabtu, 2 Januari 2021 akan memerintahkan Kepala BPBD Kabupaten Nagekeo bersama Kepala Desa Tonggurambang untuk segera mensurvei jalur air yang menuju ke laut.

Sementara,Kepala BPBD Kabupaten Nagekeo, Gusti Pone mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan Kepala Desa Tonggurambang untuk membuat laporan bencana banjir dan survei data kerugian masyarakat  yang terkena dampak dari bencana tersebut.

Baca juga :  Fransiskus Sodo Jadi Sekda Mabar

Selanjutnya, akan melakukan survei dan melakukan langkah tanggap darurat berupa pengerukan dan pelebaran saluran pembuangan di Desa Tonggurambang, sehingga dapat mengurangi dampak banjir bagi lahan pertanian, lahan tambak garam dan pemukiman warga di sekitarnya.

Kepala Desa Tonggurambang, Toa Muallaf kepada media ini mengatakan, luapan banjir dari Kali Aesesa ini bukan baru pertama kali terjadi, melainkan sudah menjadi langganan tiap musim penghujan.

Foto diambil saat banjir luapan Sungai Kali Aesesa yang merendam  puluhan lahan pertanian, lahan tambak garam dan sejumlah ternak piaraan milik masyarakat Desa Tonggurambang,  Jumat  (1/1/2020) sekitar pukul 23.00 Wita (jam 11 malam) di Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Menurut Toa, sudah banyak kerusakan dan kerugian yang dialami masyarakat Desa Tonggurambang. Persoalan utama luapan banjir Kali Aesesa terjadi karena sampai saat ini belum dilakukan normalisasi Kali Aesesa. Selama belum dilakukan normalisasi Kali Aesesa maka akan terus terjadi banjir yang menggenangi lahan pertanian, lahan tambak garam dan ternak milik masyarakat di sekitarnya.

Baca juga :  Tandatangan MoU Segi Tiga, Farida : “Kita Harus Saling Memberi Suport”

Karena itu, Toa berharap,  segera dilakukan normalisasi Kali Aesesa karena tidak hanya lahan pertanian dan lahan garam serta ternak masyarakat yang menjadi korban dari banjir luapan sungai kali Aesesa, melainkan berpotensi akan merusak fasilitas negara yaitu Pelabuhan Laut Maropokot. (mat)

Komentar