Pater Eus : “Marilah Kita Memancarkan Perdamaian Bagi Sesama”

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-  Pater Eus Toda dalam khotbah misa pembukaan Tahun Baru, 1 Januari 2021 di Gereja St. Kristoforus Matani, mengajak umat katolik di stasi itu untuk memancarkan perdamaian bagi sesama.

Hari ini (Jumat,1/1/2021,red) Gereja Merayakan Santa Maria Sebagai Bunda Allah. Pada perayaan Santa Maria Sebagai Bunda Allah ini, kita belajar dari Bunda Maria  tentang kebajikan-kebajikan. Bunda Maria itu hadir di dalam hidup kita.  Maria sebagai Ratu Damai mengajarkan kepada kita untuk selalu memancarkan perdamaian kepada sesama. Hari ini (Jumat,1/1/2020,red) juga adalah hari perdamaian sedunia. Kita harus memancarkan perdamaian itu mulai dari  kehidupan keluarga, lingkungan tempat kita tinggal, atau dimana saja kita berada. Bunda Maria hadir membawa suka cita bagi dunia, maka kita juga membawa suka cita bagi orang lain,” pesan Pater Eus.

“Sebagai orang beriman yang percaya kepada Kristus,  kita berani bermimpi yang indah tentang masa depan di Tahun 2021 ini. Karena kita percaya, Tuhan akan memberikan berkat dan perlindungan bagi kita. Jadikan diri kita sebagai saluran rahmat Allah. Karena itu, hal-hal yang baik dikembangkan kepada saudara-saudara kita. Marilah kita memohon berkat dan perlindungan dari Tuhan melalui Bunda Maria di Tahun 2021  ini. Kita semakin bertumbuh menjadi pribadi yang selalu bersyukur kepada Tuhan. Pribadi yang peduli dan peka terhadap sesama. Pribadi yang rendah hati dan pribadi yang siap untuk melayani Tuhan,” kata Pater Eus.

Baca juga :  Dekranasda Mabar Dorong Pelaku UMKM Berinovasi
Ketua DPS St. Kristoforus Matani, Dr.Karolus Kopong Medan,SH,M.Hum

Pada tempat yang sama, Ketua DPS St. Kristoforus Matani, Dr.Karolus Kopong Medan,SH,M.Hum menyampaikan selamat  Hari Raya Natal, 25 Desember 2020 dan Tahun Baru, 1 Januari 2021 bagi seluruh umat katolik di stasi itu.

“Sekalipun Covid-19 mendera dan mengancam umat di seluruh dunia termasuk umat di Stasi St. Kristoforus Matani, tetapi kita masih tetap bertahan dan menghirup udara baru di Tahun 2021 ini,” kata Pakar Hukum Undana Kupang ini.

Dikatakannya, karena situasi pademi covid-19, maka selama perayaan Natal terhitung sejak 24 Desember 2020 sampai dengan Tahun Baru, 1 Januari 2021 semua umat diwajibkan menaati protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, mengukur suhu tubuh dan menjaga jarak.

Baca juga :  David Selan Kembali Menahkodai UPG 45 NTT

Untuk menghindar terjadinya penumpukkan umat, maka perayaan  malam Natal, 24 Desember 2020,   dan Hari Raya Natal, 25 Desember 2020 dilaksanakan dua kali misa.  Sedangkan, malam tutup tahun, Kamis, 31 Desember 2020 misa dilaksanakan tiga kali dan Tahun Baru, 1 Januari 2021 misa dilaksanakan dua kali atau totalnya lebih kurang 12 kali misa.

Melalui kesempatan itu juga, ia menyampaikan terima kasih kepada para pastor  yang telah memimpin misa perayaan sejak malam Natal, 24 Desember 2020, 25 Desember 2020, Natal kedua, 26 Desember 2020, misa malam tutup tahun, 31 Desember 2020 dan misa pembukaan Tahun Baru, 1 Januari 2021.

Ucapan serupa juga disampaikan kepada Panitia Natal 2020 dan Tahun Baru, 1 Januari  2021 dari Wilayah VI  yang dengan susah payah menyelenggarakan perayaan sekitar 12 kali misa dari situasi normalnya  hanya berkisar 5-6 kali misa sebelumnya.

Baca juga :  195 Kapal Ikan Akan Dibagikan Kepada Para Nelayan di NTT

Terima kasih yang sama disampaikan kepada para suster, para frater, petugas liturgi, petugas koor, para pengurus DPS, para ketua wilayah, para ketua KUB, OMK, THS-THM, anak-anak ajuda dan seluruh umat Stasi St. Kristoforus Matani yang telah menyukseskan selama perayaan Natal Tahun 2020 sampai dengan Tahun Baru,1 Januari 2021. (ade)

Komentar