Kehadiran Bendungan Lambo Bisa Mengatasi Kesulitan Air Bersih di Nagekeo

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Kehadiran Bendungan Lambo di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini sementara dilakukan pelelangan di Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II), salah satu upaya dari pemerintah pusat (Pempus) untuk mengatasi kesulitan air bersih di daerah itu.

Bendungan Lambo di Mbay direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 24,91 meter kubik yang bisa mengairi lahan persawahan seluas kurang lebih 5.206 hektar serta menyediakan pasokan air baku sebesar 0,54 meter kubik/detik.

Bendungan Lambo di Mbay itu, merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang telah dijanjikan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) di NTT. Dua bendungan lainnya sudah diresmikan oleh Presiden Jokowi, yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dan Bendungan Roti Klot di Kabupaten Belu.

Baca juga :  Menteri PPN Kunker ke Pulau Sumba

Sementara, 3 bendungan lainnya yang masih  dalam tahap proses pengerjaan, yaitu Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

“Saat ini, kami sedang melakukan pelelangan untuk pembangunan Bendungan Lambo di Mbay, Kabupaten Nagekeo yang disatukan dengan 66 paket prioritas lainnya yang dilakukan pelelangan dini di BWS NT II di penghujung tahun ini,” kata Kepala BWS NT II Provinsi NTT, Ir. Agus Sosiawan,ME didampingi Kasi Operasi Pemeliharaan BWS NT II, Jhon Harapan dan Kasi Program BWS NT II, Welem Sidharno kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (16/12/2020)

Agus mengatakan, pekerjaan konstruksi pembangunan Bendungan Lambo di Mbay dilaksanakan secara multi years selama 4 tahun anggaran, terhitung sejak 2021 sampai dengan 2024.

Baca juga :  Menko PMK dan Menteri PPPA Berkunjung ke Kabupaten Kupang

Dengan dilelangnya paket pembangunan Bendungan Lambo di Mbay itu, kata Agus, maka dari tujuh bendungan yang dijanjikan Pempus di NTT,  enam bendungan sudah terjawab, sisa satu bendungan lagi, yaitu Bendungan Welkis di Kabupaten Belu, dan mudah-mudahan tahun depan sudah bisa ditenderkan.

Kata Agus, Atambua, Ibu Kota Kabupaten Belu yang adalah daerah perbatasan langsung dengan Negara Timor Leste juga mengalami krisis air bersih. Diharapkan, dengan dibangunnya Bendungan Welkis nanti bisa  memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat di  Kota Atambua.

“Kita berharap, dari sumber air Bendungan Welkis yang akan dibangun itu, selain untuk kebutuhan irigasi di sekitarnya juga untuk  memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat yang berdomisili di Kota Atambua,” harap dia.

Baca juga :  Suzuki All New Ertiga Tampil Baru, Fredy : “Kita Penuhi Sesuai Selera Customer”

“Tahun depan, kita  akan melakukan sertifikasi, dan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Harapan kami, Juli atau Agustus 2021 mendatang sudah selesai, sehingga kita bisa melakukan pelelangan dengan waktu pelaksanaannya mulai 2022 sampai dengan 2024,” tutupnya. (ade)