MBAY,NTT PEMBARUAN.com- SRG, salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nagekeo mengusir Tim Gabungan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) saat melakukan operasi di kosnya yang berada di Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Jumat (11/12/2020) malam.

Oknum ASN tersebut bersikap demikian, karena merasa  kehadiran tim operasi itu mengganggu jam istirahat malamnya saat itu. Oknum ASN tersebut hendak melawan dan mengusir Tim Gabungan Operasi Pekat  dengan kata- kata pergi kalian.  “Ini kos saya, jadi kalian silakan pergi,” kata SRG.

Tidak saja menolak kehadiran Tim Gabungan Operasi Pekat saat itu, tetapi SRG juga mempertanyakan surat tugas dari tim tersebut. Sikap oknum ASN itu, tidak mengurangi semangat Tim Gabungan Operasi Pekat untuk tetap memeriksa identitas yang bersangkutan. Dari hasil pemeriksaan, oknum tersebut diketahui berinisial, SRG bekerja di BPS Kabupaten Nagekeo.

Baca juga :  Direktur PT. MOI Akui Kelor Asal NTT Memiliki Kekhasan Tersendiri

Ulah oknum ASN itu, sempat membuat suasana malam itu sedikit tegang, sehingga semua penghuni kos ikut terbangun. Salah satu rekan kosnya yang berprofesi ASN perempuan justru mendukung tim operasi, karena menurutnya operasi seperti itu untuk memberikan rasa aman bagi warga.

Sikap arogansi yang dipertontonkan oknum ASN tadi ditanggapi secara bijak oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol-PP Kabupaten Nagekeo, Muhayan Amir yang juga Ketua Tim Gabungan Operasi Pekat saat itu.

“Mungkin dia lagi mabuk tidur.  Jadi, kaget dengan kehadiran petugas. Pada prinsipnya, petugas melakukan kegiatan ini sesuai dengan Tupoksi dan prosedur yang benar. Anggap saja ini ujian kecil untuk petugas dalam menjalankan tugasnya.  Karena kami dalam menjalankan tugas selalu melakukan dengan pendekatan yang humanis dan bersahaja,”ujar Amir dengan tenang.

Baca juga :  Sengketa Lahan di Golo Mori, Polres Mabar Tetapkan 21 Tsk Bersama BB

Target operasi (TO) malam itu adalah sejumlah kos- kosan dan tempat-tempat hiburan malam di Kota Mbay yang diduga melakukan kegiatan -kegiatan yang meresahkan masyarakat. (mat)