Tembak Mati Buronan, Masyarakat Ucapkan Terimakasih Kepada Polres Nagekeo

MBAY NTT PEMBARUAN.com – Ucapan terimakasih disampaikan pihak keluarga dan tokoh masyarakat saat penyerahan jenazah tersangka Yoseph Tenga (40), warga Desa Tedakisa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.  

Tersangka Yoseph Tenga (40) adalah pelaku pembunuhan terhadap salah seorang warga Desa Tedakisa bernama Yoseph Khepa (40), warga Desa Tedakisa Kecamatan Aesesa, yang ditemukan tidak bernyawa di kebun miliknya, Rabu (10/7/2019 lalu.

Pelaku ditangkap aparat Polres Nagekeo di Desa Tedakisa saat berada di hutan tempat persembunyiannya selama ini. Namun, saat ditangkap tersangka melakukan perlawanan dengan senjata tajam jenis tombak dan parang yang dibawanya.

Hal itu disampaikan Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai,  saat menggelar jumpa pers bersama awak media di Mbay, Rabu (2/12).

Baca juga :  Bupati Nagekeo Resmikan Masjid Agung Baiturrahman Mbay

Awalnya,  aparat berusaha untuk meminta tersangka  menyerahkan diri secara baik baik, akan tetapi  tersangka berusaha untuk melawan petugas. Polisi kemudian memberikan tindakan tegas dan terarah kepada tersangka.

“Pelaku  terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas. Tersangka  ditembak di kaki kiri dan kanan. Akibat luka tembakan itu, tersangka meninggal dunia di RSD Aeramo karena kehabisan darah.

Tersangka merupakan terduga pelaku pembunuhan yang menewaskan Yoseph Khepa (40) pada 7 Juli 2019 di Desa Tedakisa, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebelumnya. Pelaku menjadi buronan sejak Juli 2019 ,setelah diketahui sebagai pelaku tunggal pembunuhan korban Yoseph Khepa.

Kronologisnya,  bermula pada tanggal 7 Juli 2019, korban Yoseph Khepa tiba-tiba menghilang dari rumahnya lalu keluarga mencarinya, namun tidak ditemukan. Pada tanggal 10 Juli 2019, korban Yoseph Kepha ditemukan oleh Theresia Dede (70), mertuanya  dalam keadaan sudah tidak bernyawa di kubangan air di kali kering Madho.

Baca juga :  Dua Orang Tewas Dalam Kecelakaan Perahu Motor di SBD

Saat itu, Theresia hendak ke kebun sekaligus mencari keberadaan korban Yoseph Khepa. Ketika melewati kubangan air, ia melihat sesosok mayat sedang telungkup. Selanjutnya, Theresia melaporkan kepada aparat desa yang kemudian dilanjutkan ke Polsek Aesesa. Hasil idenfikasi kepolisian kemudian diketahui mayat itu adalah korban Yoseph Khepa.

Kemudian polisi melakukan penyelidikan, dan hasilnya, korban Yoseph Khepa diduga kuat dibunuh oleh pelaku Yoseph Tenga. Selama buronan, terssangka sangat meresahkan masyarakat Tedakisa, Kecamatan Aesesa.

Atas kematian tersangka, keluarganya menyerahkan surat pernyataan tidak akan menuntut secara hukum atas tertembaknya tersangka kepada Kepolisian Resort Nagekeo. (mat)