KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Realisasi fisik pembangunan jalan nasional yang ditangani Satuan Kerja Wilayah II, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur (BPJN X NTT) Tahun 2020 hingga 27 November 2020 rata-rata sudah mencapai 88 persen, atau terjadi deviasi plus 5 persen, dengan realisasi pencairan keuangannya 84 persen.

Hal itu disampaikan Kepala Satuan Kerja (Kasatker)  Wilayah II, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur  (BPJN X NTT), Himler Manurung kepada media ini di Kantor BPJN X NTT, Jumat (27/11/2020).

Secara keseluruhan total paket yang dikerjakannya tahun ini sebanyak 16 paket dengan total anggaran sebesar Rp 305 miliar lebih. Dari jumlah itu, 14 paket sudah berjalan dengan realisasi fisik hingga 27 November 2020 rata-rata sudah mencapai 88 persen.

Baca juga :  KLHK Melaksanakan Pembangunan Persemaian Modern di Labuan Bajo

Sementara, sisa dua paket lainnya adalah pekerjaan multi years yang dikerjakan hingga Tahun 2021  dengan total anggaran sebesar Rp 49 miliar saat ini sedang dilakukan pelelangan.

Lebih lanjut, Manurung menjelaskan, dari 14 paket pekerjaan yang sudah berjalan tahun ini, 5 paket diantaranya dilakukan adendum untuk perpanjangan waktu pelaksanaannya hingga tahun depan, karena di awal-awal  pelaksanaannya sekitar April dan Mei 2020 terhambat dengan kasus Covid-19, dimana mobilisasi peralatan dan penyangkutan material ke lokasi proyek juga saat itu ikut terganggu.

Atas alasan itulah, kata Manurung,  maka 5 paket pekerjaan jalan nasional tersebut disepakati untuk dilakukan perpanjangan waktu pelaksanaannya hingga 2021 mendatang baru dilakukan Provisional Hand Over (PHO), sedangkan 9 paket lainnya dilakukan PHO akhir Desember 2020.

Baca juga :  Tim KLC Kembali Melakukan Investigasi Masalah Limbah Hotel Local Colection

Paket-paket pekerjaannya tahun ini meliputi, PPK 2.1 sebanyak 3 paket, PPK 2.2 sebanyak 2 paket, PPK 2.3 sebanyak 3 paket, dimana satu paketnya multi years masih dilakukan proses lelang saat ini.

Selanjutnya, PPK 2.4 sebanyak 4 paket, PPK 2.5 sebanyak 4 paket, dimana satu paketnya multi years, yang saat ini masih dalam proses lelang. (ade)