Daniel : Terima Kasih BWS NT II Telah Membangun Sumur Bor di Desa Bokong

OELAMASI, NTT PEMBARUAN.com- Daniel Bahas, Ketua RT 10, Dusun III, Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas bantuan sebuah sumur bor yang telah dibangun oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku (ATAB) I, Satuan Kerja (Satker)  Non Vertikal Tertentu (NVT)  ATAB Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) saat ini.

“Kami hanya bisa menyampaikan terima kasih kepada BWS NT II, yang telah menjawab kebutuhan air minum bagi masyarakat Desa Bokong  yang selama ini mengalami kesulitan air. Inilah bentuk nyata perhatian pemerintah melalui BWS NT II dalam rangka menanggulangi kekeringan selama ini di desa kami,” kata Daniel kepada media ini di lokasi pembangunan sumur bor, Desa Bokong, Jumat (20/11/2020).

Sebelumnya, masyarakat di desa itu  harus naik turun bukit sepanjang kurang lebih 2 kilo meter untuk mengambil air dari kali  Nenoel, dan itu pun pada musim kemarau seperti sekarang  ini  sudah kering.

“Kami  tidak bisa membalas semua kebaikan dari  BWS NT II, hanya yang bisa kami sampaikan adalah terima kasih banyak atas perhatiannya, sehingga di musim kekeringan seperti sekarang ini, kami masih bisa menikmati air bersih, baik untuk kebutuhan minum, mencuci, memasak, mandi, dan menyiram tanaman-tanaman yang berumur pendek, seperti sayur-sayuran, tomat, lombok, dan bawang di sekitar halaman rumah,” sebut Daniel.

Baca juga :  Tahun 2021, PPK 1.1 BPJN X NTT Bangun 37 Kilo Meter Jalan Nasional

Kepada BWS NT II, ia minta, kalau bisa tahun depan bisa dilanjutkan pembangunannya dengan penambahan sebuah tower setinggi 10 meter dan bak umum untuk menampung air yang ada.

Selama ini, lanjut dia, banyak fasilitas umum, seperti, Kantor Desa Bokong, sekolah, gereja, pustu,dan  posyandu  mengalami kekurangan air.  Karena kekurangan air, maka semua siswa diwajibkan membawa air dari rumah untuk menyiram bunga di sekolah.

Tetapi, dengan adanya bantuan sumur bor dari BWS NT II ini,  semua fasilitas yang disebutkannya  itu bisa mengambil air di tempat tersebut.

Ungkapan kegembiraan serupa disampaikan sejumlah masyarakat lainnya, seperti Over Nifu, yang juga pemilik lahan pembangunan sumur bor,  Yohana Nifu, danTheresia Nifu yang semuanya Warga RT 10, Dusun III, Desa Bokong.

“Saya rela menyerahkan lahan ini, untuk pembangunan sumur bor demi memenuhi kebutuhan air bersih bagi seluruh masyarakat Desa Bokong yang selama ini mengalami kesulitan air. Sumur bor ini adalah bantuan dari BWS NT II dalam rangka menanggulangi kekeringan di desa kami. Marilah, kita memanfaatkannya dengan baik,” ajak Over Nifu.

Baca juga :  Belum Kantongi Izin, Mesin Incinerator di Mabar Belum Difungsikan
 Jawaban Atas Keluhan Masyarakat

Saltie Sir Dollu Serang, salah satu staf Teknis dari PPK ATAB I Satker NVT  ATAB BWS NT II yang ditemui media ini di lokasi pembangunan sumur bor, Desa Bokong, Jumat (20/11/2020) mengakui, bantuan sumur bor itu merupakan jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan air bersih, terutama pada musim kemarau.

Awalnya,  sekitar bulan Juli 2020 ada berita di salah satu televisi yang memberitakan bahwa masyarakat Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT mengalami kesulitan air, dan untuk mendapatkan air saja harus  naik turun ke kali yang jaraknya kurang lebih 2 kilo meter.

“Sehari  setelah berita itu ditayangkan, kami dari PPK ATAB I, Satker NVT  ATAB BWS NT II langsung meresponnya dengan cepat tanpa harus menunggu perencanaan.  Kami dari tim teknis geolistrik langsung melakukan survei ke lokasi yang dibutuhkan,” tandas Saltie.

Setelah melakukan survei geolistrik, lanjutnya lagi,  PPK  ATAB I, Thomson Absony Toelle,S.ST turun sendiri untuk menentukan titik rawan kondisi air di Desa Bokong itu.  Satu minggu kemudian, peralatan turun untuk melakukan pemboboran. Pelaksanaan pemboborannya sendiri memakan waktu 27 hari.

“Selanjutnya, kita melakukan pendekatan dengan PT. PLN  untuk dilakukan pemasangan meteran listrik dengan daya 2.200 Volt Ampere (VA) untuk menghidupkan pompa air. Untuk menanggulangi kekeringan saat ini, kita pergunakan  daya yang  ada saja dulu, sambil menunggu pembangunan lanjutannya tahun depan dengan rencana penambahan daya 3.000 VA.  Untuk tindakan emergency,  tahap pertama yang kita bangun adalah pemboran untuk kebutuhan air minum, dengan menyediakan tandon air berkapasitas 2.500 liter,” pungkasnya.

Baca juga :  Progres Lima Paket Fisik di PPK PAT dan PAB II Capai 42,31 Persen

Seperti disaksikan media ini, sumur bor yang dibangun PPK ATAB I, Satker NVT  ATAB BWS NT II  ini ramai didatangi warga Desa Bokong untuk menimba air. Sumur bor yang dibangun itu dilengkapi dengan tiga kran air yang disambung langsung dari tandon yang ada.

Masyarakat berbondong-bondong menuju ke sumur bor itu, baik yang berjalan kaki, mengendarai kendaraan roda dua  maupun roda empat untuk mengambil air dengan menggunakan jerigen dan embernya masing-masing. Kehadiran sumur bor itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. (ade)