33 Anak Calon Sambut Baru di Gereja St.Kristoforus Matani Terima Sakramen Pengakuan

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com—Senin, 16 November 2020, 33 anak calon sambut baru termasuk didalamnnya seorang nenek sudah menerima sakramen pengakuan dari Pater Sipri Asa, CMF, dan Pater Mundus One,CMF di Gereja St.Kristoforus Matani.

Saat menerima sakramen pengakuan, masing-masing anak calon sambut baru didampingi kedua orangtuanya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, seperti mencuci tangan,  memakai masker dan menjaga jarak.

Sebelum masuk pada babak pengakuan, anak-anak calon sambut baru telah dibekali berbagai doa dan cara-cara tentang pengakuan yang diajarkan oleh empat pembina senior tingkat Stasi St. Kristoforus Matani, yakni Andre Lero, S.Fil, Leonardus Longa,S.Fil, Ny. Margareta Meak dan Yunista Seran selama kurang lebih 2 minggu.

Baca juga :  Pelaku Penganiayaan Korban HH Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Ny. Margareta Meak, salah satu pembina anak-anak calon sambut baru kepada media ini di Gereja St. Kristoforus Matani mengatakan, melalui sakramen pengakuan, anak-anak bisa mengenal apa artinya pertobatan bagi umat katolik.

Sakramen pengakuan ini suatu bentuk pembersihan diri dari noda  dosa sebelum para calon sambut baru menerima Tubuh Kristus. “Kami sudah mengajarkan  kepada anak-anak tentang cara –cara mengaku dan bagaimana menyampaikan dosa-dosa yang mereka alami kepada pastor pengakuan,” kata Margareta yang berprofesi guru SD ini.

Terkait dengan limit waktu pembinaannya yang hanya berlangsung 2 minggu saja, bagi Margareta, waktu 2 minggu itu tidak cukup persiapan iman anak-anak untuk menyantap Tubuh Kristus. Tetapi, karena situasi pandemi Covid-19, waktu dua minggu pun dianggap sudah cukup.

Baca juga :  Soal Kenaikan Tabung Oksigen dan Obat, Polres Mabar Buka Hotline Pengaduan Bagi Masyarakat

Menurut penilaian dia, tingkat pemahaman anak –anak  terkait doa-doa yang diajarkan  selama pembinaan  selama ini sangat bervariasi. “Kalau orangtuanya aktif berdoa di rumah, di Kelompok Umat Basis (KUB) dan di gereja, pastinya anak-anaknya juga bisa berdoa dengan baik. Tetapi, sebaliknya kalau prilaku orangtuanya  masa bodoh dengan iman anaknya, maka doa anaknya juga jatuh bangun. Soal iman anak, semuanya kita kembalikan kepada keluarga,” kata Margareta.

Kepada orangtua anak-anak calon sambut baru, ia ingatkan, untuk selalu berdoa, dan menjaga kesehatan anak-anaknya,  sehingga pada hari Sabtu, 21 November 2020 nanti, mereka semua bisa menerima Sakramen Maha Kudus dengan baik. (ade)

Komentar