PLN Galakkan Electricfying Lifestyle Lewat Kompor Induksi

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur  melakukan sosialisasi dan demo masak menggunakan kompor induksi/listrik kepada masyarakat di Alfamart di Kelurahan Tofa, Kecamatan Maulafa dan serentak di seluruh daratan Timor, Alor, Rote, Flores dan Sumba sepanjang bulan Oktober 2020.

Eka, salah satu masyarakat Kelurahan Maulafa,  Kecamatan Maulafa, Kota Kupang mengaku, dirinya sudah memakai kompor induksi kurang lebih 6 bulan.  Alasannya  karena lebih dari segi safety-nya.

“Kompor gas kita tahu sendiri resiko yang sering terjadi yakni dapat meledak dibandingkan dengan kompor kompor induksi, kita tidak perlu repot lagi, selain itu memasak jadi lebih cepat dan juga aman. Kompor gas ketika gasnya habis, kita harus ganti gasnya.  Sedangkan, kalau kompor induksi tidak perlu repot tinggal dihubungkan ke stop kontak listrik dan di klik selesai. Jadi,  sangat mudah dan praktis” ujar Eka.

Baca juga :  Pemkab Manggarai Terima Penghargaan Sertifikasi Elimasi Maria Tahun 2021

Sementara itu, Senior Manager Niaga dan  Pelayanan Pelanggan, Heru  Purwoko menjelaskan melalui pemanfaatan energi listrik atau electrifying lifestyle ini, PLN ingin mengajak masyarakat untuk beralih dari budaya lama menggunakan kompor minyak maupun kompor gas beralih ke budaya baru dengan menggunakan kompor induksi karena memiliki banyak keunggulan seperti lebih aman, nyaman, murah dan juga praktis.

Kegiatan ini dilakukan serentak di semua unit di Nusa Tenggara Timur. Kompor induksi dilengkapi oleh sensor yang dapat otomatis mati berdasarkan setting waktu atau sensor panas ketika overheat. Kelebihan lainnya dapat dirasakan dari aspek kemudahan pengoperasiannya. Kompor induksi dihubungkan langsung ke stop kontak listrik, tidak perlu bongkar pasang tabung gas ataupun sumbu kompor.

Baca juga :  Berhasil Evakuasi Sebuah Perahu, Emi : Terima Kasih Atas Tugas Kemanusian yang Dilaksanakan

Apabila masih memakai kompor berbahan bakar minyak tanah, dan juga dapat mengatur suhu dan waktu memasak sehingga tidak perlu lagi takut masakan akan hangus ketika ditinggal melakukan aktifitas lainnya, jelas Heru

Heru menerangkan, kompor induksi ada fitur level daya yang dapat memberikan pilihan tingkat panas yang dibutuhkan pengguna, baik dari suhu 60° c yang hanya membutuhkan daya sebesar 100 watt, suhu 160° c yang hanya membutuhkan daya 1.000 watt hingga suhu 280° c yang membutuhkan daya 2.100 watt.

Selain itu juga sudah disediakan pilihan kegiatan memasak yang akan dilakukan, apakah menggoreng, merebus, atau hanya menghangatkan makanan yang akan dhidangkan.

Dari aspek perawatannya pun, menurut dia,  kompor induksi terbilang sangat mudah. Kompor induksi permukaannya terbuat dari keramik atau kaca licin sehingga mudah dibersihkan dengan cara dibilas menggunakan kain kering. (ade/*)

Baca juga :  Kondisi Bangunan TRK SDI Cabang Nanga Nae Memprihatinkan