Empat Tahun Berdiri, SMPN 6 Welak Belum Miliki Gedung Sendiri

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Empat tahun berdiri, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Welak yang berlokasi di Paje, Desa Wewa, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini belum memiliki gedung sendiri.

Untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), setiap hari siswanya harus nunut di Gedung Sekolah Dasar Inpres (SDI) Paje dengan memanfaatkan waktu di siang hari, setelah anak-anak SD pulang sekolah mulai dari jam 12.00  Wita – pukul 17.30 Wita.

Kepala SMPN 6 Welak, Aleksius Morel ,S.Pd  kepada media ini mengaku, hingga saat ini sekolahnya belum memiliki gedung sendiri. Jumlah siswanya saat ini,  168 orang akumulasi dari kelas VII,VIII dan IX  tersebar di 6 rombongan belajar (Rombel).

Baca juga :  Positif Covid-19, 23 Siswa SMA St. Klaus Kuwu Mulai Pulih

Jika mengacu pada 6 Rombel yang ada, maka idealnya ruang kelas baru (RKB)  yang dibangun di sekolah itu sebanyak 6 RKB ditambah ruang perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang guru, toilet siswa dan rumah dinas kepala sekolah.

Sedangkan, dari sisi meubeler seperti meja dan kursi, menurut Morel, untuk sementara masih cukup karena ada bantuan 74 kursi kayu dari Pemda Mabar,dan  bantuan masyarakat setempat sebanyak 75 kursi plastik, sehingga totalnya 149 kursi.

Inilah Gedung SDI Paje yang dipinjam sementara SMPN 6 Welak untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama ini.

Selama ia memimpin di sekolah itu, sudah 2 kali  mengusulkan pembangunan RKB ke Pemda Mabar melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Manggarai Barat, dan tahun ini sudah ada jawabannya berupa penggusuran lahan persiapan pembangunan 2 RKB Tahun 2021 mendatang. Biaya penggusurannya sendiri diambil dari dana alokasi umum (DAU) Tahun 2020.

Baca juga :  KPU Tetapkan Bupati dan Wabup Terpilih Mabar

“Kami sangat mengharapkan bantuan pemerintah untuk membangun gedung baru. Bersyukur juga kalau pemerintah membuka mata untuk memberikan bantuan internet gratis di sekolah kami, karena jaringan listriknya sudah masuk,”ujarnya. (ade)