Latihan SAR Beregu Tahun 2020 Tetap Mematuhi Protokol Covid-19

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-Latihan SAR Beregu Tahun 2020 yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang yang diikuti 50 peserta tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Arahan itu disampaikan Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar,S.Sos,M.M saat membuka Latihan SAR Beregu Tahun 2020 di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Rabu (21/10/2020).

Latihan SAR Beregu Tahun 2020 yang berlangsung dari tanggal 22 —24 Oktober 2020 itu mengusung thema, Dengan Latihan SAR Beregu Tahun 2020, Kita Tingkatkan Kesiapsiagaan Personil dan Alut Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang Dalam Penanganan Kecelakaan Kapal di  Wilayah Kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Didi Hamzar,S.Sos,M.M dalam arahannya, mengingatkan para peserta selama mengikuti latihan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Latihan ini bertujuan, untuk meningkatkan kemampuan ketrampilan kesiapsiagaan kerjasama Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang dalam mengantisipasi kecelakaan bencana.

Didi  mengatakan, untuk Tahun 2020, ada 2 latihan SAR yang berdekatan, satunya lebih pada persiapan Kantor SAR Kupang untuk melaksanakan latihan bersama Joint Pra Indonesia –Australia Searh and Rescue Exercise 2020 (XXX/36/Sarex AUSINDO), dimana Kupang salah satu Kantor SAR yang wilayah kerjanya berbatasan langsung dengan Australia, sehingga secara teknis dan koordinasi perlu disiapkan.

Baca juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila, Presiden Minta Kuatkan Kesatuan Pandangan Bernegara

Menurut dia, latihan seperti ini sebenarnya sudah berjalan lama, tetapi karena situasi pandemi Covid-19, akhirnya mundur-mundur hingga hari ini (Rabu,21/10/2020,red) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Lebih lanjut, ia mengatakan, latihan ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam rangka mengantisipasi kecelakaan kapal, pesawat, bencana alam atau kondisi yang berpotensi membahayakan nyawa manusia.

Latihan ini juga untuk menguji rencana kontingensi yang ada di wilayah kerja Kantor SAR Kupang dalam rangka meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan meningkatkan latihan SAR beregu untuk mengantisipasi kecelakaan di perairan.

“Kita melihat dari data musibah yang ada  di Kupang, yang lebih menonjol adalah kecelakaan di perairan,”kata Didi yang didampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer,S.E,M.M saat itu.

Baca juga :  SBM Kupang Gelar Suzuki Fiesta Sell In New Normal

Menjawab wartawan terkait persiapan personilnya dalam hal penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris dalam rangka kerjasama Indonesia—Australia, jawab Didi, semua personil harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris, terutama istilah-istilah teknis, tidak sama dengan bahasa pergaulan sehari-hari.

“Karena itu, kita segarkan mereka (para personil,red) berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP)  Joint Pra Indonesia –Australia Searh and Rescue Exercise 2020 (XXX/36/Sarex AUSINDO). Sedangkan, soal  penguasaan bahasa asing, nanti secara teknis diatur oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang  bersama Basarnas Pusat,” tandas Didi.

Kerjasama Australia – Indonesia dalam  hal latihan SAR bersama ini sudah berjalan 36 tahun, yang seharusnya dilakukan setiap tahun, namun karena situasi Covid—19, latihan bersama  tahun ini ditunda tahun depan, yang menurut rencana dipusatkan di Kupang.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Emi Frizer,S.E,M.M menjelaskan,  latihan beregu ini lebih pada penguatan mengenai koordinasi, komunikasi dan plotting harian.

Baca juga :  Menteri PPN Kunker ke Pulau Sumba

“Kemudian pada saat development alut ke lokasi yang akan dijadikan tempat kejadian itu yang kita latihkan bagaimana pergerakan ini bisa terarah, sehingga kendali dari pusat komunikasi yang ada di Kupang ini bisa selaras dengan komunikasi alut yang digerak. Karena ini kaitannya dengan penguatan internal, maka kami hanya menggerakan KN SAR Antareja 233 dengan Rescue Car. Yang penting bukan dari berapa jauhnya, tetapi bagaimana sistem mekanisme operasi itu dijalankan,”paparnya.

Karena itu, ia berharap, setelah para peserta selesai mengikuti latihan SAR beregu ini memiliki kesamaan persepsi atau pandangan di dalam penanganan kegiatan Operasi SAR ke depan. (ade)