Hingga Oktober 2020, Realisasi Pengiriman Ternak Sapi ke Luar NTT 93,70 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com—Terhitung sejak Januari sampai dengan Oktober 2020, realisasi pengiriman ternak sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke luar daerah mencapai 93,70 persen, dari quota 54.000 ekor, realiasinya sudah mencapai 50.597 ekor.

Terbanyak dari Kabupaten Kupang dari quota, 15.500 ekor realsiasi, 14.900 ekor, Timor Tengah Selatan (TTS), dari quota, 15.000 ekor realiasai, 14.000 ekor dan Timor Tengah Utara (TTU) dari quota, 6.000 ekor, realisasi,6.000 ekor.

Kabupaten lain yang sudah mengirimkan ternak sapinya, Kota Kupang, dari quota 200 ekor, realiasa, 200 ekor, Belu, dari quota 4.000 ekor, realisasi, 4.003 ekor (melampaui quota), Malaka dari quota 4.000 ekor sudah terealisasi semua, Rote Ndao, dari quota 1.200 ekor, realisasi 1.218 ekor (melampaui target), Sikka dari quota, 50 ekor, realisasi, 26 ekor, dan Ende dari quota, 400 ekor, realisasi 170 ekor.

Baca juga :  Pendapatan Daerah Tahun 2020 Meningkat 1,23 Persen

Selanjutnya, Ngada dari quota, 1.500 ekor, realisasi, 1.094 ekor, Nagekeo dari quota,2.000 realisasi 1.238 ekor, Manggarai dari quota, 900 ekor sudah  terealisasi semua,Manggarai Barat dari target 600 ekor, realisasi 313 ekor, Manggarai Timur dari target 2.000 ekor, realisasi 1.935 ekor, dan Sabu Raijua dari target 50 ekor belum ada realisasinya.

Progres pengiriman ternak sapi ke luar NTT ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), drh.Artati Loosana,M.Si kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2020).

Ternak besar lain yang sudah dikirim dari NTT , yakni kerbau 2.161 ekor dari quota 3.400 ekor atau sudah mencapai 63,56 persen. Terbanyak dari Kabupaten Manggarai, 900 ekor sudah terealisasi semua, Ngada dari quota, 600 ekor, terealisasi, 408 ekor dan Manggarai Barat dari quota,360 ekor, terealisasi,137 ekor.

Baca juga :  Perbankan Harus Serius Bangun Perekonomian NTT

Sementara ternak kuda, dari quota, 4.400 ekor, yang sudah terkirim, 2.696 ekor, terbanyak dari Kabupaten Sumba Timur dari quota, 2.500 ekor, terealisasi, 1.956 ekor, dan Sumba Barat Daya (SBD) dari quota, 600 ekor, terealisasi, 268 ekor. Sedangkan, sisa quota yang belum kirim, masing-masing, ternak sapi, 3.403 ekor, ternak kerbau, 1.239 ekor dan kuda, 1.704 ekor.

Artati mengatakan, dalam tahun ini juga ada penambahan pengeluaran ternak besar potong sapi, kerbau dan kuda asal NTT yang tertuang dalam keputusan Gubernur NTT Nomor : 295/KEP/HK/2020 masing-masing, ternak sapi, 10.620 ekor, kerbau, 70 ekor dan kuda, 500 ekor, totalnya 11.190 ekor.

Ternak besar potong sapi, kerbau dan kuda yang dikirim itu, tegas dia, adalah ternak jantan siap potong (final stock), bukan ternak jantan bibit dan tidak diperbolehkan pengeluaran ternak besar betina (bibit maupun bukan bibit).

Baca juga :  Inflasi di NTT Mei 2021 Dipicu dari Tujuh Kelompok Pengeluaran

Permintaan paling banyak ke Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Barat, Riau, dan Sumatra Selatan. (ade)