Projakop Mitra Sejahtera Akan Lakukan Ekspansi Hingga Desa/Kelurahan di NTT

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Projakop Mitra Sejahtera yang bergerak dalam usaha koperasi primer atau koperasi produsen akan melakukan ekspansi hingga desa/kelurahan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jumlah anggota yang dimilikinya saat ini sebanyak 850 orang tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT. Target kami sampai dengan 31 Desember 2020, jumlah anggotanya 30.000 orang,”  kata Ketua Projakop Mitra Sejahtera Provinsi NTT, Simplix Taek saat memperkenalkan koperasinya dengan Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT, Ir. Ahmad Abas,M.M,Selasa (13/10/2020).

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Garuda Muda Projamin (GMP), Dhura Ena Blegur, Ketua Projamin, Sandroh Tule, Wakil Ketua Koperasi Projakop Mitra Sejahtera NTT, Gerson Jerimias Jella,SE, Kasi Pengawasan Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT, Umbu N. dan Wellhelmus dari Dinas Kop Nakertrans NTT.

Dihadapan Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT, Ir. Ahmad Abas,M.M, Taek menjelaskan, koperasinya  sudah menyiapkan pengurus cabang di setiap kabupaten/kota di NTT, kecamatan hingga pengurus ranting di setiap desa/kelurahan di NTT.

Baca juga :  Pengelolaan Perikanan di NTT, DKP Gandeng Pihak Ketiga

“Target kami, 3.353 desa/kelurahan di NTT akan selesai terbentuk hingga akhir tahun ini, dengan total anggota sementara 850 orang di seluruh NTT, dan  target kami sampai dengan 31 Desember jumlah anggotanya mencapai 30.000 orang,” kata Taek.

“Kami juga sementara membangun perumahan Arta Graha di Tilong sebanyak 1.200 unit rumah. Kalau koperasi ini kuat, maka koperasi ini yang nantinya menjadi developernya, maka setiap orang yang mengambil rumah di sana, mereka juga bagian dari anggota koperasi dengan uang mukanya sebesar Rp 1,5 juta,,”urainya.

Kata Taek, mereka atau anggota yang mengambil perumahan itu nanti masuk dalam satu jenis simpanan di koperasi Projakop Mitra Sejahtera yang namanya investasi perumahan dengan simpanan wajib sebesar Rp 3 juta, dan bisa dibayar secara cicil.

Pembangunan perumahan untuk anggota koperasinya itu juga disiapkan di beberapa daerah lainnya di NTT, seperti di Timor Tengah Selatan (TTS), Timor Tengah Utara ((TTU) masing—masing 1.000 unit rumah yang dibangun di atas lahan seluas 16 hektar di Kefamenu dan Sumba Timur seluas 26 hektar.

Baca juga :  Pemprov NTT dan Sepasi Kerjasama di Bidang Budidaya Sorgum

Koperasi ini adalah Koperasi Primer Provinsi NTT yang membawahi beberapa bidang diantaranya, bidang agro bisnis, program penghijauan, dan program perumahan.

Modal Dasar Koperasi Adalah Anggota
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi  NTT, Ir. Ahmad Abas,M.M saat memberikan gambaran tentang pendirian sebuah koperasi kepada pengurus dan anggota Koperasi Primer Projakob Mitra Sejahtera NTT, Selasa (13/10/2020)

Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi  NTT, Ir. Ahmad Abas,M.M mengingatkan seluruh badan pengurus koperasi tersebut, bahwa modal dasar suatu koperasi adalah anggota.

“Anggota adalah kunci utama maju mundurnya sebuah koperasi. Jadi, tanpa anggota koperasi itu tidak akan maju. Intinya, adalah kesiapan kita. Jumlah anggotanya cukup banyak 850 orang.  Pembentukan koperasi itu yang pertama adalah kebersamaan untuk kepentingan ekonomi anggota,” jelas Ahmad.

Ia mengatakan, banyak pengalaman di NTT, begitu banyak orang mendirikan koperasi, tetapi dalam perjalanannya tidak aktif.  Jika mengacu pada UU Nomor 25 Tahun 1992 koperasi adalah berbadan usaha.

Kalau berbadan usaha, kata dia, maka orentasinya pada keuntungan, tetapi pelayanan kepada anggota harus diutamakan. Koperasi adalah kumpulan dari orang-orang, yang disebut koperasi primer.

Baca juga :  New Normal, Gubernur NTT : Tidak Melarang Untuk Pesta

Yang perlu digarisbawahi menurut dia, koperasi adalah kumpulan orang—orang bukan kumpulan modal. Dengan adanya 850 anggota koperasi itu, maka semua anggota memiliki kewajiban berupa simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan lainnya, yang merupakan modal dasar untuk mengembangkan koperasi itu ke depan.

Karena itu, koperasi harus memiliki badan pengurus, dan badan pengawas untuk melakukan pengawasan internal terhadap semua kegiatan yang dilakukan oleh pengurus dan manajemen.

Perangkat terpenting dari sebuah  koperasi itu adalah rapat anggota yang memegang kekuasaan tertinggi di dalam koperasi. Dimana, segala keputusannya diambil pada saat rapat anggota tahunan (RAT) yang dilaksanakan setiap tahun. RAT itu untuk melakukan evaluasi, dan memberikan masukan, tutupnya. (ade)