New Normal, Gubernur NTT : Tidak Melarang Untuk Pesta

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat melalui Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu kembali mengingatkan, masyarakat NTT untuk tetap menjalankan kegiatan atau usaha –usaha termasuk menyelenggarakan kegiatan pesta nikah dan acara-acara budaya selama masa new normal.

Harus bisa dipastikan bahwa ekonomi kabupaten/kota atau di wilayah masing –masing tetap kuat, dan supaya ekonomi  itu kuat maka masyarakat harus bekerja seperti biasa. Yang perlu ditekankan adalah wajib mematuhi protokol kesehatan,” kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat melalui  Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT, Senin (5/10/2020).

Baca juga :  Wagub Nae Soi Terima Bantuan dari Pemprov Sumbar

Ia berharap, seluruh masyarakat NTT tetap melakukan kegiatan seperti biasa, dan tetap fokus pada pengembangan ekonomi  rumah tangga.

“Kalau ekonomi rumah tangga baik maka kita akan mendapatkan makanan, dan minuman yang cukup. Kalau makanan kita cukup, maka kita bisa menjaga imunitas tubuh. Walaupun kita memakai masker, menghindari kerumuman, menjaga jarak, tetapi kalau imunitas tubuh kita lemah maka virus itu mudah sekali tertular. Karena itulah, Gubernur NTT berharap, masyarakat tetap menjalankan kegiatannya seperti biasa, tetap menjalankan usaha—usaha ekonomi, agar ekonomi masyarakat NTT, dan ekonomi keluarga tetap bertahan. Karena itu, kami harapkan para bupati se-NTTdan Wali Kota Kupang bisa menyesuaikan Surat Edaran Gubernur NTT terkait penyelenggaraan kegiatan-kegiatan di wilayahnya masing-masing,” imbuh dia.

Baca juga :  Buka Diklat SDM Kepramukaan, Wabup Heri: Pramuka Salah Satu Giat Menyiapkan Kader Pemimpin

Dicontohkannya, kalau mau menyelenggarakan pesta nikah, usahakan  undangan yang hadir setengah dari kapasitas ruangan yang disediakan. Kalau kapasitas ruangan itu untuk 1.000 orang, maka undangannya cukup 500 orang, sehingga duduknya bisa menjaga jarak. Hal yang sama juga berlaku untuk acara –acara lainnya, seperti acara—acara budaya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Kita harapkan acara—acara  seperti itu tidak berlangsung lama. Misalnya, pesta nikah, kalau dimulai dari pukul 19.00 Wita (jam 7 malam), maka paling lambat pukul 22.00 Wita (jam 10.00 malam) sudah selesai. Dengan itu, kita bisa mengurangi penyebaran virus corona,” kata Marius

“Kita harapkan, masyarakat tidak cuek dengan kondisi pandemi Covid—19, dan kami minta TNI/Polri bersama–sama para bupati/wali kota, tim gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten/kota ikut mengontrol dan mengawasi ruang—ruang publik untuk memastikan masyarakat mengikuti protokol kesehatan,” tutupnya. (ade)