BOP-LBF Kembali Melakukan Gerakan BISA di Pota

BORONG, NTT PEMBARUAN.com – Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP-LBF) kembali melakukan gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat,dan  Aman) di Pota ,Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa TenggaraTimur (NTT) sejak 15-16 September 2020 dengan mengusung tema, “Semangat Gerakan BISA Menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru di Destinasi Wisata Dengan Penerapan Protokol Kesehatan”.

“Pota ini merupakan salah satu jalur komodo yang ada di Flores dan Manggarai Timur yang sangat potensial dengan wisata alamnya. Pasca pandemi Covid-19, wisatawan tentu disarankan untuk berwisata alam sebagai tempat pemulihan atau healing. Banyak aktivitas seperti tracking, yoga, kemping, atau fotografi menjadi pilihan”, ungkap  Direktur Utama BOP-LBF, Shana Fatina saat membuka kegiatan tersebut.

Gerakan BISA, merupakan implementasi gerakan padat karya yang dicanangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata melalui penguatan destinasi wisata dengan menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (Cleanliness, Health, Safety, Environment/CHSE) secara disiplin.

Direktur Utama BOP-LBF, Shana Fatina  mengatakan, kehadiran satwa Komodo di Pota menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Flores dan Manggarai Timur. Selain satwa Komodo, Manggarai Timur memiliki potensi wisata alam lain yang punya daya pikat tersendiri untuk menarik para wisatawan datang berkunjung.

Baca juga :  Rakernas FKPT Perkuat Semangat Perangi Covid-19 dan Radikalisme

Karena itu, sesuai karakter pariwisata Manggarai Timur dan Flores yang  bertemakan “Semangat Gerakan BISA Menyambut Adaptasi Kebiasaan Baru di Destinasi Wisata Dengan Penerapan Protokol Kesehatan” memberikan kesadaran terhadap masyarakat untuk selalu berkomitmen terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Selain bermanfaat untuk manusia, juga hal itu menyangkut keberlangsungan hidup satwa dan biodiversitas yang ada di kawasan itu.

Sementara itu, Camat Sambi Rampas, Yanuarius Halyo Rahman dalam sambutannya mengaku bahwa kehadiran BOP-LBF membuktikan bahwa potensi pengembangan sektor parwisata yang ada di Kecamatan Sambi Rampas, khususnya di Pota mulai menemukan titik terang.

Yanuarius dengan lantang mengatakan, gerakan BISA menjadi momentum baru bagi masyarakat Pota untuk mulai menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk menaikkan posisi tawar Pota sebagai salah satu destinasi wisata unggulan baru yang ada di Flores seiring dengan dibangunnya jalur lintas utara Pulau Flores.

Baca juga :  Gubernur NTT Resmikan Dermaga II Bolok

“Dengan adanya pandemi ini, kita harus lebih siap dalam segala aspek, selain fasilitas penunjang seperti homestay, kapasitas masyarakat juga harus ditingkatkan salah satunya dengan disiplin menerapkan protokoler kesehatan sehingga menciptakan kenyamanan bagi pengunjung”, ujar Yanuarius.

Kepada peserta yang hadir, ia tekankan  pentingnya perkuat narasi budaya masyarakat setempat sebagai salah satu cara memenuhi konten lokal yang ke depannya menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

“Wisatawan perlu kita sajikan alternatif wisata lain, karena sekarang orang berwisata tidak hanya mencari pemandangan alam, tetapi juga narasi tentang budaya setempat, dan kuliner yang bisa menciptakan kerinduan orang untuk berkunjung kembali”, pesannya..

Kegiatan  BISA ini, sekaligus dilakukan simulasi penerapan protokoler kesehatan, BOP-LBF  memberikan bantuan sejumlah peralatan pendukung untuk kelancaran penerapan protokol CHSE pada kebiasaan normal baru di destinasi wisata seperti,  Thermo Gun ,masker dan Face Shield serta alat penunjang kebersihan lainnya.

Mengenal Pota Lebih Dekat

Pota merupakan sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lebih tepat  terletak di Utara Pulau Flores. Pota sendiri merupakan bagian dari cagar biosfer yang memiliki habitat dari Spesies Kadal Purba “Varanus Komodoensis” selain Pulau Komodo dan Rinca.

Baca juga :  Suku Mbare Serahkan Tanah Kepada Polres Nagekeo

Selain sebagai tempat hidup Komodo, Pota juga memiliki objek wisata yang sangat potensial seperti Pantai Watu Pajung dengan bentangan pasir putih memanjang, Danau Lotus/Teratai (Victoria Amazonica) yang dalam bahasa setempat disebut ‘Rana Tonjong’  merupakan danau yang permukaanya ditutupi tumbuhan teratai raksasa.

Ada pun tumbuhan teratai raksasa ini merupakan teratai terbesar kedua setelah India, dan tentu saja wisatawan juga bisa menikmati penjelajahan (tracking) di Rugu Pota/ Komodo Pota (Varanus Komodoensis). (lom)